Kumparan Logo

James Riady Bantah Meikarta Proyek Mangkrak: Sudah Terjual 19.000 Unit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Lippo Group James Riady di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/7/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO Lippo Group James Riady di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/7/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan

CEO Lippo Group, James Riady, menyebut proyek Meikarta bukan sebagai proyek mangkrak. Untuk itu James juga menarget penyaluran unit yang sudah terjual bisa rampung tahun depan. Sampai saat ini, James menuturkan total unit Meikarta yang sudah terjual adalah sekitar 19.000 unit.

“Total itu 19.000 unit. Yang terjual, yang efektif ya. Ini bukan proyek yang mangkrak. Ini satu proyek yang besar. Meliputi total 5.000 hektare. Dan Meikarta ini hanya satu bagian kecil dan tidak mangkrak,” kata James di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (22/7).

Dari 19.000 unit yang terjual, James menuturkan 16.500 unit di antaranya sudah terbangun. Selain itu, sekitar 14.000 di antaranya juga sudah diserahterimakan kepada konsumen. Maka dari itu James optimistis sisa unit yang belum terbangun dapat rampung tahun depan dan bisa diserahterimakan kepada konsumen.

“Jadi sisanya, tahun depan itu akan selesai semua kira-kira 12 persen dan itu semuanya akan ditempati. Tidak ada satu pun yang tidak,” ujar James.

instagram embed

James juga berkomitmen kepada Menteri PKP Maruarar Sirait untuk tidak menambah pembangunan unit di Meikarta terlebih dahulu sampai penyerahan 19.000 unit bisa rampung tahun depan.

“Manajemen itu tekad untuk menyelesaikan semua tanggung jawab sebelum dia mengembangkan yang baru dan jual yang baru,” kata James.

Pada kesempatan ini Ia juga bercerita proyek Meikarta awalnya digarap oleh perusahaan China namun ditinggalkan. Meski demikian Lippo berkomitmen untuk melakukan penyelesaian.

“Kita (Lippo) hanya ikut saham. Tapi karena banyak masalah mereka (perusahaan China) meninggalkan Indonesia. Mau tidak mau, Lippo itu terjun masuk untuk menyelesaikan. Kalau bicara story-nya itu seperti itu,” cerita James.

Dalam konsep penyelesaian, James menuturkan Lippo dan konsumen sepakat untuk tidak ada konsumen yang dirugikan. Meski demikian, penyerahan unit memang terpaksa harus telat.

“Tetapi jadwal penyerahan ditunda kira-kira 2-3 tahun supaya bisa menyelesaikan pembangunan,” ujarnya.

Terkait keberadaan konsumen yang meminta pengembalian uang atau refund, James menuturkan homologasi tidak membolehkan adanya refund. Meski demikian pengembalian uang bisa dilakukan dengan skema titip jual.

“Nah tentu titip jual ada ya kalau dia cuma 1 bedroom, ya mungkin cepat sekali jualnya, 2 bedroom juga gampang. Tapi kalau dia 3-4 bedroom, pasti memakan waktu lebih lama kan? Tapi akhirnya itu juga ada pasar. Saudara-saudara kan bisa lihat, ini bukan di tempat di tengah tempat yang enggak ada apa-apa,” ujar James.