Jamkrindo Jamin 564.823 Debitur Kredit Modal Kerja yang Terdampak Corona

PT Jamkrindo (Persero) mencatat sudah melakukan penjaminan terhadap 564.823 debitur Kredit Modal Kerja (KMK) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per Jumat (22/1). Jaminan kredit ini dilakukan Jamkrindo bersama anak usahanya, Jamkrindo Syariah.
Direktur Utama Jamkrindo, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perusahaan telah merealisasikan penjaminan PEN sebesar RP 9,34 triliun. Rinciannya, penjaminan dari Jamkrindo Rp 6,70 triliun dan Jamkrindo Syariah Rp 2,64 triliun.
Putrama mengatakan, pemberian kredit modal kerja untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, khususnya para pelaku UMKM.
Program penjaminan KMK dalam rangka PEN, sangat dibutuhkan untuk menambah keyakinan (confidence) perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja.
"Sampai saat, Jamkrindo telah bekerja sama dengan berbagai kalangan perbankan untuk mendorong agar program tersebut bisa berjalan dengan sukses," ujar Putrama dalam keterangan resmi, Senin (25/1).
Skema penjaminan KMK UMKM telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan 71/2020. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Jamkrindo dan Askrindo yang merupakan anggota dari holding Indonesia Financial Group, untuk melaksanakan penjaminan program PEN, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, serta kesinambungan fiskal.
Selain melakukan Penjaminan PEN, Jamkrindo tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman kemitraan kepada mitra binaan. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian khususnya pengusaha mikro yang belum dapat akses perbankan.
"Kami tidak hanya memberikan pinjaman kemitraan tetapi juga turut melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM mitra binaan," kata Putrama.
Di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jamkrindo telah meningkatkan ekonomi masyarakat yang tergabung dalam UKM Saluyu yang sebagian besar merupakan eks tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Mereka memilih pulang kampung untuk membuka usaha di tengah terus meningkatnya popularitas di Ciletuh.
Jamkrindo dan UKM Saluyu sejak awal tahun lalu melakukan diskusi intensif dan pencarian ide usaha berbasis bahan baku lokal. Disepakati untuk memberi nilai tambah pada mangga yang merupakan salah satu komoditas lokal di Geopark Ciletuh dengan cara memproduksi makanan olahan berupa keripik mangga yang menjadi oleh-oleh khas dari Geopark Ciletuh.
Berbagai pendampingan dilakukan agar UKM Saluyu memiliki daya ekonomi meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Jamkrindo juga memberikan bantuan mesin pengolah mangga dan juga pelatihan promosi pemasaran produk dan juga pendampingan perluasan jaringan pemasaran.
Model pemberdayaan yang dilakukan di Geopark Ciletuh tersebut merupakan bagian dari upaya Jamkrindo berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Ke depan, model dan semangat pemberdayaan ini akan diterapkan juga di wilayah lainnya, antara lain Garut.
"Sebelum di Geopark Ciletuh, model pemberdayaan berbasis komunitas tersebut juga telah berhasil Jamkrindo implementasikan kepada para petani mete di Larantuka," ujar Putrama.
