J&T Express Belum Mau Naikkan Tarif Pengiriman, Imbas Wacana Kenaikan Harga BBM
·waktu baca 2 menit

Sinyal kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar semakin kuat. Para pengusaha pun mulai mengambil ancang-ancang untuk melakuan penyesuaian.
Tak terkecuali bagi perusahaan logistik, salah satunya J&T Express Indonesia yang mulai menghitung kembali biaya operasionalnya. Meski begitu, perusahaan menilai kenaikan harga BBM sebetulnya tidak memberikan dampak yang begitu signifikan.
“Kenaikan BBM ini memberikan dampak ke operasional kami namun tidak terjadi signifikan. Kami memastikan operasional kami tetap berjalan baik tanpa kendala,” ujar CEO J&T Express Indonesia Robin Lo kepada kumparan, Kamis (18/8).
Ia pun mengatakan, J&T Express akan tetap bekerja secara efisien dengan mengurangi biaya operasional untuk mengimbangi situasi tersebut. Biaya operasional ditekan dengan meningkatkan tingkat pemuatan mobil.
“Kami juga memastikan bahwa Service Level Agreement (SLA) paket pelanggan tidak terpengaruh. Biaya pengiriman tidak naik,” sambungnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir buka suara mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi. Dia menyebutkan, keputusan harus menunggu arahan 3 kementerian.
Erick menjelaskan pernyataan mengenai kenaikan itu memang belum diungkap sama sekali. Meski begitu, jika kaitannya dengan subsidi energi, pemerintah sudah menggelontorkan hingga Rp 502 triliun.
"Itu kan masih dibahas, belum ada keputusannya dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian ESDM. Kalau keputusannya ada baru ada penugasan ke Pertamina," jelasnya kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (16/8).
