Jaring Talenta Terbaik Bangsa, Gojek Pilih Kandidat dengan Growth Mindset

31 Oktober 2022 23:41 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Logo baru GOJEK Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo baru GOJEK Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
ADVERTISEMENT
Angan-angan bekerja di Gojek kini menjadi impian mereka yang baru lulus kuliah. Percakapan di atas pun lumrah terdengar di kota besar, menyaingi mimpi menjadi PNS atau pengusaha.
ADVERTISEMENT
Tren bekerja di startup muncul lantaran dianggap punya budaya kerja yang lebih santai dan fleksibel. Lantas, apa yang sebenarnya membuat Gojek menjadi tempat bekerja yang menarik bagi generasi milenial dan gen Z?
Gojek sebagai startup decacorn pertama di Indonesia mendapat rating 4,4 dari 5 di situs pencari kerja dan review perusahaan, Glassdoor, per Oktober 2022. Penilaian diambil berdasarkan 989 review para karyawan secara anonim. Nilai 4,4 tersebut melebihi perusahaan saingannya, Grab, dan startup lainnya seperti Shopee dan Traveloka.
Sementara itu, Gojek juga masuk top 10 startup teknologi di Indonesia pada tahun 2021. Skornya mencapai 88,01 dari skala 100.
Selain nilai yang tinggi itu, hal yang menjadi daya tarik Gojek sebagai tempat kerja adalah dampak sosial yang luas. Deputy Chief of Corporate Affairs Gojek, Audrey P. Petriny, menjelaskan dampak ini bisa dirasakan jutaan masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Apalagi dengan ekosistem yang kami miliki saat ini dengan 2,6 juta driver dan lebih dari 1,4 juta mitra usaha kuliner yang tergabung di GoFood, di mana 99% di antaranya adalah UMKM, kami sangat bersyukur melihat banyaknya talenta dan generasi Z (Gen Z) yang memiliki keinginan tinggi dalam menciptakan dampak sosial positif tersebut,” ujar Audrey kepada kumparan, Minggu (30/10/2022).

Jurus Jitu Menjaring Talenta Terbaik

Sejak kemunculannya pada tahun 2015, Gojek terus berinovasi menjadi on-demand platform paling unggul di Asia Tenggara. Berawal dari transportasi, perusahaan yang tergabung dalam GoTo Group ini merambah jasa antar makanan, logistik, dan masih banyak lagi.
Lantas, bagaimana Gojek merekrut talenta terbaik bangsa hingga bisa berekspansi sebesar itu?
ADVERTISEMENT
Para kandidat yang ingin bergabung dalam perusahaan ini bisa langsung mengecek lowongan kerja yang tersedia pada halaman resmi Gojek di LinkedIn dan career website. Tak hanya itu, Gojek telah bekerja sama dengan beberapa universitas dan program magang Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbudristek RI.
Gojek hadirkan layanan GoRide Instan di 4 stasiun. Foto: Dok. Gojek
“Proses perekrutan karyawan di Gojek melibatkan tim perekrutan yang berkolaborasi dengan hiring manager dan karyawan dengan keahlian yang relevan untuk turut dalam proses seleksi,” kata Audrey.
Sebagai perusahaan teknologi dengan misi untuk mempermudah kehidupan sehari-hari dan memberikan dampak positif kepada seluruh masyarakat, kandidat terbaik yang diterima Gojek adalah mereka yang memiliki kesamaan visi dengan perusahaan dan punya semangat mencari solusi untuk memecahkan masalah.
Gojek mempunyai 12 prinsip utama yang menjadi landasan karyawannya bekerja. Dengan prinsip ini, karyawan Gojek mampu berkolaborasi dan membentuk pribadi yang profesional.
ADVERTISEMENT
Nah, 12 core values itu pula sejalan dengan karakteristik gen Z yang dikenal sebagai generasi melek teknologi yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan. Ide dan kreativitas para gen Z nantinya bisa melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat.
Infografik Nilai Dasar Karyawan Gojek. Foto: kumparan
Ternyata, tak harus jadi lulusan universitas top untuk masuk Gojek. Meskipun banyak merekrut lulusan luar negeri, nyatanya karyawan Gojek juga banyak yang lulus dari universitas swasta dan negeri.
Menurut Audrey, proporsi lulusan universitas luar negeri dan dalam negeri bisa dibilang proporsional. Perusahaan pun menganggap setiap talenta layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkontribusi di Gojek.
“Kami fokus mencari talenta yang memiliki kualitas dan skillset yang memenuhi kebutuhan untuk berinovasi dengan cepat, serta memiliki kesamaan semangat untuk bertumbuh,” katanya.
ADVERTISEMENT
Perusahaan seperti Gojek tentu tak sembarangan menyaring kandidat. Audrey menjelaskan dalam sektor industri SDM membutuhkan kemampuan teknis atau hard skill yang kompleks dan spesifik. Namun, soft skill juga berperan penting dalam mendukung hard skill yang dimiliki. Misalnya, kemampuan komunikasi, kerja sama dalam tim, dan kepemimpinan.
Ardhika Setyo, Product Marketing Manager menceritakan pengalamannya bekerja hampir setahun di GoMart, salah satu jasa Gojek. Dia awalnya masuk karena ditawarkan Gojek. Selama bekerja, Tyo mengaku punya kesempatan mengeksplor lebih banyak dibandingkan perusahaan sebelumnya.
"Berkembangnya berkembang banget karena bener-bener figure it out sendiri ngelakuin eksperimen-eksperimen sampai nemuin jawaban," kata Tyo kepada kumparan, Senin (31/10/2022).
Menurut Tyo, perusahaan tak ragu mendukung saat ada ide-ide bagus terkait pengembangan produk.
ADVERTISEMENT
"Selain itu mungkin ya budget yang dipakai buat eksperimen itu juga gede banget, sih," imbuhnya.

Jaga Image di Media Sosial

Media sosial adalah wajah paling kentara yang dilihat publik. Salah satunya adalah keberadaan Instagram Life at Gojek (@lifeatgojek). Akun yang sudah terverifikasi itu juga memuat banyak tips dan trik bekerja yang dibungkus dengan ilustrasi. Dalam sejumlah postingannya, @lifeatgojek juga membagikan ilmu dari para karyawan.
Lantas, seberapa penting sebenarnya citra karyawan Gojek atau GoTroops di media sosial?
“Di Gojek, tentu saja kami menghargai privasi para GoTroops dan tidak mengatur ranah pribadi mereka, termasuk apa yang para GoTroops tampilkan di media sosial pribadi mereka. Namun, jika konteksnya adalah bagaimana Gojek dalam menghadirkan dan memperkenalkan para GoTroops melalui media sosial, kami dengan bangga membagikan kisah inspiratif GoTroops dan nilai-nilai Gojek melalui Life at Gojek agar audiens dapat mengenal Gojek dan mengambil pelajaran berharga yang ada di dalamnya lewat platform ini,” kata Audrey kepada kumparan.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Audrey mengatakan melalui Life At Gojek, audiens termasuk para calon kandidat bisa ikut merasakan nilai-nilai yang ada di perusahaan. Mereka pun bisa langsung mendaftar sebagai calon GoTroops lewat link di profil tersebut.
Perusahaan startup seringkali memiliki tingkat turnover yang tinggi. Artinya, ada banyak karyawan yang keluar masuk dalam waktu singkat.
Gojek sendiri memiliki kiat soal bagaimana membangun sense of belonging atau rasa memiliki di kalangan karyawan kepada perusahaan. Audrey mengatakan, perusahaan terus terbuka mendengarkan masukan atau saran dari karyawannya. Mereka juga berusaha menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman.
“Gojek juga menerapkan kebijakan ‘Flexible-Working-Hours’ dengan memperlakukan karyawan sebagai ‘responsible adult’ yang dapat mengatur sendiri jam kerja dan tetap menjunjung tugas dan tanggung jawab mereka. Gojek percaya dengan prinsip responsible adult, perusahaan hanya perlu memberikan kejelasan tentang ekspektasi yang diharapkan dari setiap GoTroops terhadap pekerjaan mereka,” ujar Audrey.
ADVERTISEMENT