Kumparan Logo

Jasa Marga Gencar Cari Tambahan Modal Bangun 660 Km Jalan Tol Baru

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan memiliki 1.260 km jalan tol. Saat ini, yang sudah beroperasi baru mencapai 600 km.

Direktur Jasa Marga Desi Arryani mengatakan butuh dana tidak sedikit agar perusahaannya bisa memiliki 1.260 km jalan tol. Dihitung-hitung, jumlah investasi yang sudah digelontorkan Jasa Marga sudah Rp 100 triliun.

"Yang masih beroperasi baru 600 km. Nilai yang kami investasikan sebesar Rp 100 triliun untuk menyelesaikan itu," kata Desi seperti dikutip, Sabtu (18/11).

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya untuk segera mencari pendanaan guna menyelesaikan sekaligus mengoperasikan 660 km jalan tol. Misalnya dengan melakukan sekuritisasi aset.

"Harus ada kreasi pendanaan yang baru. Pemerintah memang beberapa kali menjelaskan, jalan tol yang sudah tidak memiliki kewajiban finansial itu segera disekuritisasi," tuturnya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani (Foto: Novan Nurul/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani (Foto: Novan Nurul/kumparan)

Namun, untuk mencari pendanaan baru memang tidak mudah. Apalagi Jasa Marga merupakan perusahaan terbuka, di mana investor dapat mengetahui tentang jumlah pinjaman perusahaan lewat laporan keuangan yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI). Biasanya, investor khawatir bila jumlah pinjaman atau Debt to Equity Ratio (DER) sudah terlalu besar.

"Sebagai korporasi kami punya keterbatasan. Jadi enggak bisa utang lebih dari batasnya. Debt to Equity-nya batasnya lima kali. Tapi karena kami perusahaan terbuka, biasanya kalau sudah tiga kali (pinjaman) saja investor sudah was-was. Sehingga harus ada inovasi financing baru," tegasnya.

Maka jalan satu-satunya untuk mencari dana baru adalah lewat sekuritisasi aset. Tahap awal, Jasa Marga sudah melakukan sekuritisasi aset tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Ciawi) dengan tenor lima tahun. Setelah Ciawi, jalan tol lain milik Jasa Marga juga akan segera disekuritisasi.

"Kita punya ruas tol yang sudah selesai, itu yang mau kita lepas ada W2, Bali, Madura, Surabaya-Mojokerto, dan Bogor Ring Road," katanya.