Kumparan Logo

Jelang Debat Cawapres: Ini Janji Cak Imin, Gibran, Mahfud di Ekonomi, Realistis?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres Mahfud MD, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara dan kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres Mahfud MD, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara dan kumparan

Debat Pilpres 2024 yang kedua akan digelar di JCC Senayan, pada Jumat (22/12) malam. Kali ini ketiga calon wakil presiden (cawapres) yang akan maju. Ada Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, dan Gibran Rakabuming.

Ketiga paslon tersebut menargetkan sejumlah capaian di bidang ekonomi. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, rasio energi baru terbarukan (EBT), hingga dana riset dan inovasi.

Target-target yang berupa janji manis itu dapat dilihat dalam dokumen visi-misi yang sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Publik dapat mengakses dokumen tersebut di sini.

Berdasarkan catatan kumparan, setidaknya ada 13 parameter dalam bidang ekonomi yang bisa dikomparasi. Berikut adalah rangkuman target para capres-cawapres beserta kondisi perekonomian di bawah Presiden Jokowi.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menunjukkan nomor urut pemilihan umum 2024. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pertumbuhan Ekonomi

Paslon nomor urut 1, Anies- Cak Imin menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,5-6,5 persen, Ganjar-Mahfud 7 persen, dan Prabowo-Gibran 7 persen. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2023 ada di angka 5,17 persen.

Menurut Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, struktur ekonomi Indonesia saat ini tengah dalam keadaan yang rapuh. Dalam hal ini, Bhima pesimistis dengan capres-cawapres yang menaruh angka besar.

"Anies lebih realistis soal target pertumbuhan ekonomi dibanding Ganjar dan Prabowo. Terkait target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen masih sangat normatif dan ambisius ya,” kata dia saat dihubungi kumparan, Sabtu (28/10).

Bhima bilang, pernyataannya ini didorong oleh ekonomi global diperkirakan masih melambat dalam 5 tahun ke depan, yang disebabkan oleh berlanjutnya konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga terjadi fenomena deglobalisasi.

embed from external kumparan

Pertumbuhan Ekonomi Manufaktur

Saat ini angka pertumbuhan ekonomi sektor yang memproduksi barang fisik melalui pengolahan bahan mentah ke produk jadi ini ada di angka 4,67 persen.

Dari tiga pasangan capres-cawapres, hanya Ganjar-Mahfud yang menargetkan pertumbuhan ekonomi manufaktur. Mereka menyebut bakal dinaikkan menjadi 7,5-8 persen.

embed from external kumparan

Tingkat Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem

Tingkat kemiskinan di era Jokowi, yaitu 9,36 persen. Dalam kurun waktu 9 tahun, Jokowi bisa menurunkan kemiskinan hingga 1,86 persen.

Anies-Imin menargetkan tingkat kemiskinan 4-5 persen. Sementara Ganjar-Mahfud 2,5 persen. Adapun Prabowo-Gibran menargetkan kemiskinan di bawah 6 persen.

embed from external kumparan

Sementara itu, semua capres-cawapres sepakat menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen. Saat ini, angka kemiskinan ekstrem ada di angka 1,74 persen.

embed from external kumparan

Penciptaan Lapangan Kerja

Anies-Imin menargetkan lebih dari 15 juta lapangan kerja. Sementara Ganjar-Mahfud 17 juta. Di era Jokowi 2014-2019, lapangan kerja yang dibuka mencapai 13 juta.

Tingkat Inflasi

Parameter ini hanya dilirik oleh Anies-Imin, dan menaruh target inflasi di angka 2-3 persen. Saat ini angka inflasi ada di angka 2,28 persen.

embed from external kumparan

Tingkat Pengangguran Terbuka

Sama dengan parameter tingkat inflasi, parameter ini juga hanya dilihat oleh Anies-Imin, dan menargetkan tingkat pengangguran terbuka mencapai 3,5-4 persen. Sementara, saat ini angkanya ada di 5,45 persen.

embed from external kumparan

Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB

Baik Ganjar-Mahfud maupun Prabowo-Gibran tak menjanjikan apa-apa soal rasio utang pemerintah tergadap PDB. Sementara Anies-Imin menargetkan utang ada di bawah 30 persen.

Menurut UU No.1/2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang Pemerintah adalah maksimal 60 persen dari PDB. Saat ini rasio utang ada di angka 37,93 persen.

embed from external kumparan

Tax Ratio

Saat ini, tax ratio ada di angka 10,4 persen dari PDB. Sementara, Anies-Imin menjanjikan tax ratio mencapai 13-16 persen, Ganjar-Mahfud tak menyinggung soal hal tersebut.

Nah, Prabowo-Gibran justru menjanjikan penerimaan negara mencapai 24 persen. Angka tersebut merupakan gabungan dari tax ratio dan PNBP (Penerimaan negara bukan pajak).

Energi Baru Terbarukan

Anies-Imin menargetkan EBT mencapai 22-25 persen dari total pembangkit listrik PLN. Sementara target EBT Ganjar-Mahfud mencapai 25-30 persen. Adapun Prabowo-Gibran tak menyebut target sama sekali.

EBT merupakan energi yang berasal dari alam dan dapat terus diproduksi tanpa menunggu jutaan tahun seperti energi fosil. Contoh EBT adalah energi surya, energi angin, energi air, energi biomassa, hingga energi panas bumi.

Ilustrasi PLTS atap. Foto: Dok. Pertamina

Pembangunan Hunian dan Backlog Kepemilikan Rumah

Berdasarkan catatan kumparan, Presiden Joko Widodo sudah membangun 8,4 juta hunian. Namun angka tersebut merupakan angka akumulasi sejak ia menjadi presiden pada 2014 lalu.

Ganjar-Mahfud menjanjikan adanya 10 juta hunian. Sementara Prabowo-Gibran menargetkan 40 rumah per desa/kelurahan per tahun. Prabowo-Gibran menyebut akan ada 3 juta rumah di tahun keduanya jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Adapun Anies-Imin tak menjanjikan apa-apa di sini.

Sementara itu, Anies-Imin menjanjikan backlog kepemilikan rumah turun menjadi 8 juta unit. Backlog merupakan kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan rumah. Saat ini backlog kepemilikan rumah ada di angka 12,71 juta.

instagram embed

Peningkatan anggaran riset/inovasi

Berdasarkan data R&D World, anggaran riset di Indonesia ada di angka 0,24 persen pada 2022. Itu merupakan anggaran riset terendah di dunia.

Anies-Imin jadi satu-satunya kandidat yang tidak menawarkan peningkatan anggaran riset. Adapun Ganjar-Mahfud menjanjikan anggaran riset di angka 1 persen, sedangkan Prabowo-Gibran menargetkan 1,5-2 persen.

video youtube embed