Kumparan Logo

Jelang Idul Adha, Harga Berat Hidup Sapi Diperkirakan Naik Rp 5.000 per Kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pedagang hewan membawa sapi miliknya yang akan dijual di Pasar Hewan. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pedagang hewan membawa sapi miliknya yang akan dijual di Pasar Hewan. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Menjelang Idul Adha, harga berat hidup daging sapi lokal diperkirakan akan merangkak naik. Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Budiyono memperkirakan, kenaikan harga sekitar Rp 4.000 - Rp 5.000 per kilogram (kg).

Biasanya harga berat hidup sapi lokal masih berada di kisaran Rp 48.000 sampai Rp50.000 per kg. Dengan adanya kenaikan ini makan harga daging berat hidup sapi lokal menjadi Rp 55.000 per kg.

Budiyono menjelaskan, permintaan daging sapi pada Idul Fitri kemarin sangat tinggi. Kondisi ini ditambah dengan mahalnya harga daging impor beberapa waktu lalu.

“Idul Adha ini tinggi otomatis antara Rp 4.000-5000 per kilo timbang hidup. Karena Saya lihat teman-teman dari tahun kemarin di Jakarta rata-rata kenaikan Rp 5.000 per kg, ada yang sampai Rp 7.000 per kilo,” katanya saat webinar Rantai Pasokan Sapi Menjelang Idul Adha 1442 H, Rabu (9/6).

Sapi Kurban. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Faktor lain yang membuat kenaikan harga daging sapi di pasaran yaitu turunnya populasi sapi. Berdasarkan perkiraannya terjadi penurunan populasi sapi di Jawa Timur sekitar 50 persen lebih.

Jawa Timur merupakan salah satu lumbung sapi nasional. Artinya saat populasi di Jawa Timur turun, maka harga daging sapi di pasaran akan terpengaruh.

“Populasi berkurang 50 persen lebih, mulai sudah berkurang,” ungkapnya.