Jelang Puasa dan Lebaran Ini Rekomendasi Saham di Sektor Consumer Non-Cyclical
·waktu baca 3 menit

Bulan puasa dan lebaran menjadi yang momen yang dinanti oleh masyarakat Indonesia. Tak hanya masyarakat, para perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau emiten juga bersiap mengais cuan.
Pasalnya, saat bulan puasa dan lebaran para perusahaan bersiap untuk menaikkan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan pasar. Maklum, selama momentum ini konsumsi masyarakat akan meningkat.
Salah satunya, PT Garudafood Puta Putri Jaya Tbk (GOOD) yang sudah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan kapasitas produksi sebesar 10 persen. Tak hanya itu, perusahaan milik Taipan Sudhamek ini juga berencana untuk mengeluarkan produk baru.
Tak ayal, hal tersebut bisa mendongkrak kinerja perusahaan di tahun ini. GOOD dan emiten sektor consumer non-cyclical, atau barang konsumen primer lainnya patut untuk diperhatikan.
Lalu bagaimana prospek dan rekomendasi saham sektor consumer non-cyclical saat puasa dan lebaran? Ini kata Analis.
Equity Analyst PT Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, kinerja saham di sektor ini memang akan berpotensi lebih baik dibanding tahun lalu.
Hal ini ditunjang dengan kondisi ekonomi Indonesia yang cukup kuat. Seperti tercermin dari kasus Covid-19 yang mulai mereda serta masifnya angka vaksinasi dosis 3 atau booster.
“Apalagi tahun ini, pemerintah sudah memperbolehkan mudik jadi bisa meningkatkan kinerja, karena mudik akan mendorong konsumsi masyarakat di berbagai sektor,” katanya kepada kumparan, Jumat (1/4).
Kemudian terlihat juga dari indeks konsumsi masyarakat yang saat ini sudah semakin baik. “Indeks konsumsi masyarakat diperkirakan bisa naik 15-20 persen, dibandingkan tahun lalu saat mudik dibatasi,” tambah Cheryl.
Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat, momentum puasa dan lebaran ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor barang konsumen primer, namun tidak signifikan.
Hal ini dipengaruhi dengan adanya beberapa sentimen seperti kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen. Serta kelangkaan bahan baku seperti tepung terigu dan gandum, akibat perang Rusia-Ukraina.
Analis Indo Premier Sekuritas Mino juga cenderung khawatir sektor konsumer ini dihadapkan pada persoalan kenaikan harga bahan baku akibat perang Rusia dan Ukraina.
“Potensi kenaikan sektor consumer masih tergantung dari perkembangan perang. Jika kedua negara tersebut segera mencapai kesepakatan damai, maka sektor consumer menguat lebih jauh,” katanya.
Untuk itu William, memprediksi potensi kinerja emiten sektor consumer non-cyclical ini akan berkisar di rentang 5 - 10 persen, dengan mempertahankan rekomendasi oversold untuk saham-saham sektor consumer. “Dari sisi teknikal, potensi kinerja emiten ini terangkat 5 - 10 persen,” ujar dia.
Berikut saham yang patut dilirik dari Panin Sekuritas:
1. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
3. PT Budi Starch and Sweetener Tbk (BUDI)
4. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
5. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
6. PT Japfa Tbk (JPFA)
