Jembatan di Bekasi yang Ambruk Usai Banjir Sudah Dibangun Ulang, Anggarannya Rp 60 M

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau jembatan Kemang Pratama, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang telah selesai dibangun ulang setelah ambruk akibat banjir pada Maret 2025.
AHY menjelaskan jembatan tersebut ambruk setelah debit air meningkat akibat hujan ekstrem. Kondisi itu diperparah oleh tumpukan sampah yang tersangkut di pilar-pilar jembatan, sehingga menambah beban dan menyebabkan konstruksi jembatan rusak.
Usai kejadian tersebut, pemerintah segera menanganinya dan membangun kembali selama 300 hari kalender atau 10 bulan mulai Oktober 2025-Agustus 2026.
“Setelah itu kita tinjau, dan tentunya untuk segera memperbaiki kondisi jembatan ini, saya meminta kita semua bersama dengan cepat kita merencanakan perbaikannya. Alhamdulillah, sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru,” kata AHY saat melakukan peninjauan di Jembatan Kemang Pratama, Bekasi, Jumat (30/10).
AHY menjelaskan jembatan baru dibangun menggunakan desain tanpa pilar di bagian tengah sungai dengan bentang mencapai 80 meter. Desain tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko sampah tersangkut pada konstruksi jembatan, terutama ketika debit air sungai meningkat.
Selain itu, posisi jembatan juga dibuat lebih tinggi dibandingkan konstruksi sebelumnya dan disesuaikan dengan ketinggian jembatan di sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang bebas (clearance) yang lebih aman antara permukaan air tertinggi dan bagian bawah jembatan.
“Tentu kita akan diuji oleh alam lagi, terutama di akhir tahun November-Desember yang kita perkirakan curah hujan akan semakin deras, sehingga mudah-mudahan dengan konsep dan desain baru ini selain kokoh, benar-benar aman dari banjir yang mungkin terjadi,” ujar AHY.
AHY menyebut banjir di wilayah hilir, seperti Kota Bekasi, tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan di wilayah hulu. Kerusakan daerah resapan, perubahan tata ruang, sedimentasi, hingga penumpukan sampah di sungai dapat meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan bencana.
“Jadi mudah-mudahan kita semua juga terus menjaga lingkungan kita, sungai-sungai kita ini harus dimuliakan, harus bersih dari sampah, harus kita jaga, jangan sampai justru menimbulkan bencana,” ujar AHY.
Dengan selesainya pembangunan kembali jembatan tersebut, AHY berharap akses mobilitas masyarakat dapat kembali lancar. Keberadaan jembatan ini dinilai memudahkan warga melakukan perjalanan untuk berbagai aktivitas, mulai dari pergi ke pasar, sekolah, hingga mendukung kegiatan produksi.
Pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama menggunakan anggaran sekitar Rp 60,48 miliar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2025-2026.
“Jadi walaupun kita membangun berbagai infrastruktur besar, tetapi pada akhirnya infrastruktur mendasar seperti jembatan, jalan, inilah yang benar-benar dinantikan bisa meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan daya saing daerah. Jadi mudah-mudahan dengan ini semakin lancar dan membuka peluang baru untuk ekonomi di sekitar masyarakat,” tutur AHY.
