Jenius BTPN Yakin Pangsa Pasar Masih Besar di 2023
ยทwaktu baca 2 menit

Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi optimistis bahwa Jenius sebagai bank digital dari Bank BTPN mampu menghadapi ancaman resesi di 2023. Hal ini didukung oleh Jenius Flexi Cash yang mengalami pertumbuhan cukup baik.
"Namanya juga digital, mudah-mudahan akan tetap steady. Pertumbuhan kredit bisa berkembang dengan baik, karena saya rasa pangsa pasar kredit khususnya untuk Jenius masih sangat besar," ujar Irwan di Plaza Indonesia, Jumat (28/10).
Ia menjelaskan Jenius baru mulai tumbuh pada 2 hingga 3 tahun terakhir ini. Adapun periode pertumbuhan Jenius sudah terpotong selama wabah pandemi COVID-19 melanda di Indonesia
"Kita agak slow down di pandemi, karena kita tidak ingin, kita booking sebanyak-banyaknya, terus portofolio qualitynya jelek," kata dia.
Untuk itu, Irwan menjelaskan, Jenius sudah mulai aktif kembali sejak 1,5 tahun lalu untuk membangkitkan pertumbuhan kreditnya. Adapun total Jenius Flexi Cash hingga pertengahan tahun 2022 ini telah mencapai lebih dari Rp 800 miliar.
Ia membeberkan, Jenius yang telah diluncurkan sejak 2016 lalu untuk menggarap potensi retail mass market Indonesia. Sehingga, pihaknya menginginkan solusi digital untuk lebih dijangkau oleh lebih banyak orang.
"Kita ingin lebih banyak orang pakai adalah target kita. Makanya kita bilang transforming the digital, the Jenius way," pungkas Irwan.
BTPN Bicara Penuhi Kebutuhan Nasabah
Irwan menilai sektor perbankan akan tetap menjadi kebutuhan masyarakat. "Jadi mau resesi, mau inflasi kebutuhan nasabah harus tetap dipenuhi," ujar Irwan di Plaza Indonesia, Jumat (28/10).
Menurut dia, banyak anggapan yang muncul bahwa tidak akan ada transaksi perbankan selama wabah pandemi COVID-19 melanda di Indonesia. Padahal, transaksi perbankan justru menunjukkan peningkatan.
"Pengguna kita bisa melakukan transaksi yang harus dilakukan itu lewat apps," kata dia.
Selain itu, nasabah prioritas yang tadinya tidak menggunakan Jenius malah beralih menggunakan aplikasi digital. Pasalnya, saat ini masyarakat Indonesia telah beralih ke digital. "Mereka merasa ngapain kalau bisa dilakukan di rumah semuanya, kenapa harus ke cabang," jelas dia.
Irwan melihat, ini adalah fenomena baru. Tidak hanya itu, pihaknya juga merasa ada solusi yang diberikan oleh Jenius kepada masyarakat.
"Kalau kita rasa solusi itu datang dari nasabah melalui proses ko-kreasi dan kolaborasi. Ujung-ujungnya nasabah juga pasti akan pakai, karena ini yang memang mereka butuhkan," pungkas Irwan.
