Kumparan Logo

Jepang Disalip China Sebagai Negara Kreditur Terbesar Kedua di Dunia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mata uang Yen. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mata uang Yen. Foto: Shutterstock

Jepang disalip oleh China sebagai negara kreditur terbesar kedua di dunia pada tahun 2025, meskipun mencatatkan rekor baru untuk jumlah aset luar negerinya.

Mengutip Bloomberg, Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dirilis Selasa (26/5), aset eksternal bersih Jepang meningkat ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar ¥ 561,8 triliun (USD 3,5 triliun) pada akhir tahun 2025.

Meskipun terjadi peningkatan, total tersebut dilampaui oleh China, yang aset eksternal bersihnya kini meningkat dengan laju lebih cepat menjadi ¥ 636,3 triliun.

Pergeseran ini terjadi setahun setelah Jepang kehilangan posisinya sebagai negara kreditur terbesar di dunia disalip Jerman untuk pertama kalinya dalam 34 tahun. Jerman tetap berada di puncak pada tahun 2025 dengan ¥ 675,5 triliun.

Aset luar negeri bersih suatu negara mewakili nilai aset luar negeri yang dimiliki oleh penduduk, dikurangi aset domestik yang dipegang oleh warga negara asing, disesuaikan dengan fluktuasi mata uang. Angka tersebut secara umum mencerminkan saldo neraca transaksi berjalan kumulatif dari waktu ke waktu.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa posisi Jerman dan Tiongkok yang lebih kuat mencerminkan surplus neraca transaksi berjalan yang lebih besar, yang terutama didukung oleh perdagangan. Pada saat yang sama, pertumbuhan yang lebih lambat dalam posisi aset bersih Jepang juga mencerminkan kenaikan nilai aset domestik yang dipegang oleh investor asing, khususnya karena harga saham Jepang menguat dan meningkatkan kewajiban.

Data hari Selasa menunjukkan aset luar negeri Jepang meningkat 8,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi sekitar ¥1.806 triliun, didorong oleh peningkatan investasi bisnis di luar negeri, khususnya di AS dan Swiss.

Sektor-sektor termasuk keuangan dan asuransi, peralatan transportasi, dan logam nonferrous menarik investasi Jepang yang signifikan, kata kementerian tersebut.

Menurut kementerian, kewajiban meningkat 10,5 persen menjadi ¥ 1.244 triliun. Indeks Nikkei 225 naik 26 persen sepanjang tahun 2025 menjadi lebih dari 50.000.

instagram embed