Jepang Habiskan Rp 270 M Buat Revitalisasi Kawasan Namba yang Ramah Pejalan Kaki
·waktu baca 3 menit

Kawasan Namba di Osaka, Jepang, kini bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan ramah pejalan kaki. Proyek besar ini menelan biaya sekitar 2,5 miliar yen atau setara dengan Rp 270 miliar (dengan kurs Rp 108 per yen), dan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Nasional Jepang, Pemerintah Kota Osaka, serta Nankai Electric Railway Co., Ltd.
Sebelum proyek ini dimulai, area di depan Stasiun Namba merupakan jalan yang dipadati kendaraan pribadi, taksi, dan bus. Namun, pemerintah kota bersama sektor swasta mengubah wajah kawasan itu secara bertahap menjadi Namba Square, sebuah plaza pedestrian yang kini menjadi salah satu titik kumpul paling populer di distrik belanja Osaka.
Berdasarkan data yang dipaparkan Nankai Electric Railway, area untuk pejalan kaki di depan Stasiun Namba sebelumnya hanya mencakup 46 persen dari total luas lahan. Setelah dilakukan konversi menjadi plaza khusus pejalan kaki, luasnya melonjak menjadi 94 persen. Perubahan ini sekaligus mendorong peningkatan kenyamanan, keselamatan, dan daya tarik kawasan.
Selain memperluas ruang pedestrian, proyek ini juga berdampak langsung terhadap peningkatan mobilitas warga dan wisatawan. Adapun, kawasan Namba merupakan kawasan transit oriented development (ToD) yang menghubungkan antara stasiun, kawasan komersial, tempat pejalan kaki, hingga taman di atas gedung.
“Jadi Namba itu adalah sebetulnya tempat shopping street, tempat kumpulnya shopping street. Jadi kalau kita jalan itu kita bisa enjoy di situ untuk belanja,” ujar Inamoto Ai, perwakilan dari Division of Community Development & Promotion, Greater Namba Creation Department, Nankai Electric Railway Co., Ltd kepada wartawan di Osaka Jepang, Senin (10/11).
Menurutnya, revitalisasi ini tak hanya soal menata ulang ruang publik, tetapi juga menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung. Setelah berbelanja di berbagai pusat perbelanjaan di sekitar Namba, masyarakat kini bisa beristirahat dan bersantai di area terbuka yang nyaman.
“Jadi mereka yang datang di Namba, setelah belanja, mereka istirahat di Namba Plaza ini. Kemudian nanti bisa lanjut untuk belanja-belanja di shopping street di sekitarnya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Osaka City Construction Bureau berperan sebagai pimpinan proyek. Pemerintah kota menggandeng berbagai pihak swasta untuk mendesain, membangun, dan mengelola kawasan Namba Square secara berkelanjutan.
Nankai Electric Railway menjadi pelaksana utama di bidang desain dan konstruksi, sementara perusahaan besar seperti Takashimaya Company, Marui Group, serta Ebisu-bashi Promotion Union ikut terlibat melalui forum bernama Preparatory Committee for the Establishment of the Namba Station Front Plaza Management Corporation.
“Anggarannya bersumber dari hasil event, promosi, atau iklan yang ada di situ. Dari hasil anggaran tersebut dipakai untuk meningkatkan keamanan Namba dan meningkatkan sirkulasi manusia di Namba tersebut,” jelas Inamoto.
Pendanaan proyek dilakukan melalui skema kemitraan publik-swasta (public-private partnership). Dalam skema ini, pemerintah menyiapkan kerangka regulasi dan infrastruktur utama, sementara sektor swasta mengelola kegiatan komersial dan promosi agar proyek tetap berkelanjutan secara finansial.
Kini, Namba Square telah menjadi ruang publik yang multifungsi. Setiap pekan, area ini digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari festival musiman, bazar kuliner, hingga pertunjukan musik jalanan. Keberadaan ruang publik ini membuat arus pengunjung semakin ramai dan memperkuat posisi Namba sebagai salah satu destinasi urban utama di Osaka.
Selain itu, pihak pengelola juga aktif mengkomunikasikan perkembangan kawasan melalui akun Instagram resmi Namba Square. Di sana, warga bisa melihat jadwal acara, inisiatif komunitas, hingga rencana jangka panjang pengembangan kawasan.
Inamoto menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menciptakan ruang publik yang hidup dan menyenangkan, serupa dengan konsep Spain Plaza di Madrid.
“Jadi tujuannya atau targetnya itu seperti Spain Plaza, Spanyol Plaza, yang ada di Spanyol, Madrid,” ujarnya.
Adapun total pejalan kaki di area nambah Plaza mencapai kira-kira 900.000 orang per hari.
