Jepang Siap Terima Pengiriman Minyak Perdana via Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel
ยทwaktu baca 3 menit

Jepang akan menerima pengiriman minyak pertama dari Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz.
Dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/5), Kementerian Perdagangan Jepang mengatakan kapal Idemitsu Maru akan berlabuh di Jepang paling cepat Senin (25/5). Kapal tanker minyak mentah itu berhasil melewati Selat Hormuz pada akhir April lalu.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri dalam dokumen pengarahan mengatakan kapal itu dijadwalkan tiba di kilang minyak Aichi milik Idemitsu Kosan Co., mengangkut 2 juta barel minyak Arab Saudi.
Perang antara AS-Israel dengan Iran menyebabkan penutupan hampir total di Selat Hormuz, yang memicu guncangan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mendorong importir di seluruh Asia mencari alternatif pengiriman minyak dan gas alam di seluruh dunia.
Bersama dengan negara-negara maju lainnya, Jepang juga bergerak memanfaatkan cadangan strategis untuk melindungi negara dari dampak perang.
Meski beberapa kapal telah berhasil melewati Selat Hormuz, total keseluruhan pelayaran harian masih jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum perang. Iran sedang berdiskusi dengan Oman tentang cara menetapkan sistem toll (pungutan) untuk memformalkan kendalinya atas jalur pelayaran tersebut. Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Prancis kepada Bloomberg pekan ini.
Kapal tanker yang terkait dengan Jepang, Eneos Endeavor, juga melintasi Selat Hormuz pada awal Mei. Namun, kapal Eneos Endeavor tidak disinggung dalam pengarahan.
Jepang Bakal Terima Kapal Minyak Pertama yang Berhasil Lewati Selat Hormuz Sejak Perang di Iran
Jepang akan menerima pengiriman minyak pertama dari Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz.
Dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/5), Kementerian Perdagangan Jepang mengatakan kapal Idemitsu Maru akan berlabuh di Jepang paling cepat Senin (25/5). Kapal tanker minyak mentah itu berhasil melewati Selat Hormuz pada akhir April lalu.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri dalam dokumen pengarahan mengatakan kapal itu dijadwalkan tiba di kilang minyak Aichi milik Idemitsu Kosan Co., mengangkut 2 juta barel minyak Arab Saudi.
Perang antara AS-Israel dengan Iran menyebabkan penutupan hampir total di Selat Hormuz, yang memicu guncangan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mendorong importir di seluruh Asia mencari alternatif pengiriman minyak dan gas alam di seluruh dunia.
Bersama dengan negara-negara maju lainnya, Jepang juga bergerak memanfaatkan cadangan strategis untuk melindungi negara dari dampak perang.
Meski beberapa kapal telah berhasil melewati Selat Hormuz, total keseluruhan pelayaran harian masih jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum perang. Iran sedang berdiskusi dengan Oman tentang cara menetapkan sistem toll (pungutan) untuk memformalkan kendalinya atas jalur pelayaran tersebut. Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Prancis kepada Bloomberg pekan ini.
Kapal tanker yang terkait dengan Jepang, Eneos Endeavor, juga melintasi Selat Hormuz pada awal Mei. Namun, kapal Eneos Endeavor tidak disinggung dalam pengarahan.
