Kumparan Logo

JK: Tugas Pemerintah dan BI Jaga Rupiah dari Penguatan Dolar

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG DWIKORITA KARNAWATI, Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani di Kantor BMKG, Kamis (30/8/18). (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG DWIKORITA KARNAWATI, Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani di Kantor BMKG, Kamis (30/8/18). (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Nilai Kurs Rupiah terhadap Dolar AS masih tinggi. Pemicunya berasal dari faktor internal dan eksternal. Untuk pengaruh luar, salah satunya dipengaruhi sentimen suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). Di dalam negeri, pelemahan rumah didorong sentimen defisit neraca berjalan (Current Account Deficit/CAD).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Bank Indonesia (BI) telah melakukan sejumlah upaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan cara melakukan intervensi ke pasar.

"Ada beberapa hal pemerintah lakukan yang pertama yang memantau dan juga menjaga rupiah secara langsung itu Bank Indonesia," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

"Tapi pemerintah di sini juga sehingga pemerintah kadang-kadang intervensi artinya menjual dolar. Itu memang tugas Bank Indonesia seperti itu. Menjaga kurs, menjaga inflansi," terang JK lagi.

Selain itu, JK mengatakan, pemerintah juga melakukan beberapa hal, dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga fundamental perekonomian nasional.

Ilustrasi uang Dolar Amerika Serikat dan rupiah. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang Dolar Amerika Serikat dan rupiah. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

"Kita ada masalah di defisit perdagangan dan dari pada anggaran. Nah dua-duanya harus dijaga supaya mengecil, sebelumnya iaalah mengurangi impor dan dengan cara akan mahal," kata JK.

Pemerintah, kata JK, menjaga defisit anggaran negara dalam posisi aman. Selain itu, JK mengatakan pemerintah juga mendorong peningkatan ekspor ke luar negeri untuk mengatasi keperkasaan dolar terhadap rupiah.

"Yang ketiga menjaga anggaran itu agar tetap stabil dan juga tidak mengurangi komponen impor dan memberikan kepada masyarakat support untuk memperbesar ekspor," kata JK.

"Contohnya B20 itu kita pakai semi diesel karena itu supply keluar tentu ketat sehingga harga naik dan pengusaha akan naik. Kemungkinan juga mengurangi pengeluaran secara bermanfaat bagaiamana subsidi bermanfaat," jelasnya.