Kumparan Logo

Jokowi Akan Bentuk Badan Khusus untuk Kakao dan Kelapa, Digabung ke BPDPKS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas pengelolaan produk turunan kelapa sawit di Istana Merdeka, Jakarta (18/7/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas pengelolaan produk turunan kelapa sawit di Istana Merdeka, Jakarta (18/7/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi akan segera membentuk badan khusus untuk pengelolaan kakao dan kelapa. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, hal itu diputuskan Jokowi dalam rapat yang digelar siang ini.

Badan khusus ini akan bergabung ke dalam Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang selama ini sudah ada untuk mengurusi iuran dari pengusaha sawit untuk peremajaan sawit dan lain-lain akan digabung. Selain itu, akan ada satu divisi untuk subsidi silang paling kurang pengembangan bibit kakao dan kelapa.

"Jadi tidak perlu ada badan baru tapi badan yang digabungkan ke BPDPKS. Jadi sawit, kelapa, kakao, kan, mirip-mirip aja," kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/7).

Zulhas mengatakan, dengan adanya badan khusus di dalam BPDPKS dapat membantu pembiayaan melalui subsidi silang dibandingkan membentuk badan tersendiri.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

"Jadi kalau badan sendiri dan dipungut lagi, kan, tidak mungkin. Berat, kan. Kalau di BPDPKS dananya Rp 50 triliun lebih tuh. Jadi subsidi silang untuk pembibitan, riset, dan segala macam mengenai kelapa dan kakao ini nanti diambilkan digabungkan ke BPDPKS," jelasnya.

Ia memastikan dengan skema ini, eksportir kakao dan kelapa tidak perlu ikut membayar iuran.

"Jadi, kan, sudah ada, tuh, kakao. Pokoknya tidak ditambah lagi. Ada pungutan, saya lupa tadi, tapi tidak ditambah lagi. Tidak ada pungutan lagi," tuturnya.

Selain itu, Zulhas juga mengundang Jokowi untuk hadir dalam 51th Cacao Tech Seminar and Conference yang berlangsung di Surabaya pada 22 Juli nanti.

"Nanti akan ada kita tuan rumah 51th Cacao Tech Seminar and Conference. Konferensi dan Eksibisi mengenai kelapa di Surabaya 22 Juli," pungkasnya.

instagram embed