Kumparan Logo

Jokowi: Aset Holding BUMN Pariwisata Bisa Capai Rp 260 Triliun di 2024

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi Meninjau Bandara Lombok Jelang MotoGP 2022, Kamis (13/1).  Foto: Dok PT Angkasa Pura I (Persero)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi Meninjau Bandara Lombok Jelang MotoGP 2022, Kamis (13/1). Foto: Dok PT Angkasa Pura I (Persero)

Indonesia resmi memiliki holding BUMN pariwisata dan pendukungnya. Ini ditandai dengan diresmikannya InJourney Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya oleh Presiden Jokowi pada Kamis (13/1).

Tak tanggung-tanggung, Jokowi menggadang-gadang induk perusahaan yang baru terbentuk itu bakal memiliki aset ratusan triliun rupiah pada 2024. Jokowi mengingatkan agar aset tersebut bisa dikelola secara hati-hati.

"Tadi disampaikan Pak Menteri Erick, di 2024 akan muncul aset Ep 260 triliun. Hati-hati saya catat," ujar Jokowi dalam sambutannya, Kamis (13/1).

Jokowi menyayangkan tidak efisiennya pengelolaan BUMN-BUMN sektor pariwisata. Padahal menurutnya, aset-aset yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut sangat bagus dan berada di lokasi pariwisata kelas premium serta strategis.

Jokowi dan Iriana nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika. Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Buruknya manajemen, tidak terkonsolidasi, hingga tidak efisien dan kompetitifnya pengelolaan, kata Jokowi, membuat kekuatan sektor pariwisata tidak termanfaatkan dengan baik.

"Sejak awal sudah bolak-balik saya sampaikan, sejak 7 tahun lalu saya perintahkan konsolidasi, restrukturisasi, kuncinya di situ. Alhamdulillah hari ini dengan membentuk holding BUMN pariwisata dan pendukungnya, Insyaallah bisa dilakukan efisiensi, terintegrasi dari hulu sampai hilir," ujar Jokowi.

Jokowi dalam kesempatan itu juga mengingatkan, agar kue sektor pariwisata yang bakal didapatkan Indonesia tersebut harus turut dirasakan masyarakat lokal. Atas dasar itu, dalam pengelolaan pariwisata dan kegiatan berkelas internasional, ia ingin semua kalangan bisa dilibatkan.

"Segera bentuk ekosistem lintas sektor melibatkan BUMN, swasta, masyarakat lokal, dan UMKM di daerah. Berikan kesempatan masyarakat menjadi bagian kemajuan pariwisata yang ada di daerahnya," tutur Presiden Jokowi.