Jokowi Bakal Buat Inpres Air Minum & Sanitasi, PUPR Usul Dana Rp 16,6 Triliun
·waktu baca 1 menit

Presiden Jokowi akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) air minum dan sanitasi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya mengusulkan anggaran Rp 16,6 triliun melalui Inpres tersebut.
"Kita usulkan Rp 16,6 triliun. Tapi yang prioritas yang bisa ditangani itu Rp 2,3 triliun," kata Basuki saat ditemui setelah Malam Penghargaan Konstruksi Indonesia di Jiexpo, Jumat (3/11) malam.
Dana yang akan digelontorkan pemerintah pusat itu akan digunakan untuk menyambung sanitasi air dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada 6,2 juta rumah.
Basuki menjelaskan, dalam RPJMN 2019-2024 Indonesia menargetkan memasang 10 juta sambungan sanitasi air ke 10 juta rumah sementara baru 3,8 juta yang terpasang, sehingga masih ada gap 6,2 juta yang belum tersambung.
"Itu yang mau didanai oleh Inpres. Karena Bappenas melihat Inpres jalan daerah sangat berhasil sehingga kita mau implementasikan di Inpres air minum dan sanitasi," kata Basuki.
Wacana tersebut sudah disetujui Presiden Jokowi dan saat ini tengah disiapkan Inpresnya. Basuki menargetkan tahun depan bisa diterapkan. Inpres air minum dan sanitasi ini akan menyasar ratusan kabutapen/kota di seluruh Indonesia.
"Untuk seluruh Indonesia. Ada datanya, kabupaten mana berapa sambungan rumahnya semua kebutuhan ada. 389 di kabupaten/kota," kata Basuki.
