Kumparan Logo

Jokowi Bakal Naik Kereta Cepat hingga LRT Jabodebek 18 Agustus 2023

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi meninjau progres proyek KCIC di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung. Foto: Agus Suparto/Presidential Palace
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi meninjau progres proyek KCIC di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung. Foto: Agus Suparto/Presidential Palace

Pemerintah berencana melakukan peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan LRT Jabodebek pada 18 Agustus 2023. Peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola KAI tersebut akan diresmikan sebagai hadiah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.

Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI (Persero), Mochamad Purnomosidi menjelaskan bagaimana prosesi peresmian moda transportasi massal itu oleh Presiden Jokowi nanti.

Nantinya, Presiden Jokowi berangkat dari Jakarta menuju Bandung menggunakan Kereta Cepat dan LRT. Kembali ke Jakarta, Jokowi akan menggunakan Kereta Panoramic.

"Presiden akan naik dari Dukuh Atas naik LRT sampai Halim. Dari Halim turun naik KCJCB ke Bandung. Dari Bandung naik feeder yang disiapkan KAI ke Stasiun Bandung, dari Padalarang ke Stasiun Bandung. Nanti beliau akan pulang ke Jakarta dengan Kereta Panoramic. Jadi itu rencana sampai hari ini, akan dilakukan pada 18 Agustus," kata Purnomo saat media gathering di Ciwidey Valley Resort, Kabupaten Bandung, Rabu (7/6) malam.

instagram embed

Semula peresmian KCJB dan LRT Jabodebek direncanakan pada bulan Juli 2023, hal ini kemudian mundur menjadi Agustus 2023. "Permintaan Seskab grand launching akan bareng dengan KCJB. Nanti di 18 Agustus Insyaallah 2 Proyek Strategis Nasional kita yang di-lead KAI akan launching, KCJB dan LRT Jabodebek," pungkas dia.

Manager Public Relation LRT Jabodebek, Kuswardojo, mengatakan sebelum beroperasi komersil, LRT Jabodebek akan melakukan soft launching mulai 12 Juli-15 Agustus 2023. Dalam soft launching ini pengguna LRT hanya perlu membayar Rp 1 saja.

"Pada taping itu ternyata nol rupiah tidak terdeteksi sistem. Makannya kami terapkan tarif Rp 1 sehingga kami bisa lihat apakah sistem yang kami terapkan itu bisa jalan atau tidak, normal atau tidak," kata Kuswardojo saat ditemui di Kantor Pusat KAI, Bandung, Rabu (7/6).

Namun hal ini dibatasi hanya untuk 150 orang per rute perjalanan. Sementara jumlah perjalanan dalam sehari, ini yang masih dibahas dan belum diputuskan. Bagi masyarakat yang berminat, mereka dapat mendaftar ke link yang akan dirilis KAI 10 Juli nanti.

"Pada tanggal 10 Juli kami akan tempatkan link pendaftaran di medisa sosial, antara lain Instagram LRT_jabodebek. Di situ ada link, bagi warga masyarakat yang mau ikut uji coba terbatas mereka bisa daftar," kata Kuswardojo.

Adapun keberangkatan LRT selama soft launching ini dari tiga titik stasiun, Stasiun Harjamukti, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Jatimulya. Dari tiga titik ini, LRT akan melewati total ada 18 stasiun.