Jokowi: Banyak Penipuan Pinjol, Perkembangan Cepat Harus Dikawal
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi menyoroti maraknya pinjaman online atau pinjol ilegal di tengah meningkatnya digitalisasi. Memang digitalisasi hampir di seluruh sektor, termasuk dalam sektor keuangan meningkat pesat di tengah pandemi COVID-19.
"Gelombang digitalisasi yang terjadi beberapa tahun ini yang dipercepat oleh pandemi COVID-19 harus kita sikapi dengan cepat dan tepat," ujar Jokowi dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10).
Jokowi menyebut, mereka yang banyak tertipu oleh pinjol ilegal yakni masyarakat bawah.
"Saya juga memperoleh informasi, banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya dengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk kembalikan pinjamannya," tuturnya.
Dia minta agar digitalisasi di sektor keuangan diawasi, sehingga bisa tumbuh dengan sehat. Bila digitalisasi bisa tumbuh dengan baik, menurutnya Indonesia memiliki potensi menjadi raksasa digital.
"Perkembangan yang cepat harus dijaga, harus dikawal, dan difasilitasi untuk tumbuh secara sehat untuk perekonomian masyarakat kita.
Bila Indonesia berhasil menguasai digitalisasi, maka Indonesia juga berpotensi masuk dalam ekonomi terbesar dunia. Dia memproyeksikan Indonesia masuk di posisi ke-7 ekonomi terbesar di 2030.
"Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India, dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ke-7 di 2030," tuturnya.
Jokowi meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku usaha mempercepat inklusi keuangan dan meningkatkan literasi keuangan dan digital. Sehingga digitalisasi bisa dimanfaatkan dengan tepat.
"Saya titip ke OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar, yang harus diikuti literasi keuangan dan literasi digital agar kemajuan inovasi keuangan digital beri manfaat masyarakat luas dan dorong ekonomi yang inklusif," ujarnya.
