Jokowi Bicara Kontribusi Industri Properti ke Ekonomi RI: Besar Sekali
·waktu baca 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan besarnya dampak sektor properti ke perekonomian negara. Ia menyebut tenaga kerja yang diciptakan dari real estate tersebut saat ini sudah mencapai 19 juta orang.
"Kalau kita lihat kontribusi (sektor properti) 2018-2022, setiap tahunnya mencapai Rp 2.300-2.800 triliun sangat besar sekali. Dan memberikan kontribusi 16 persen dari PDB ekonomi kita besar sekali. Dan tenaga kerja yang tersangkut dalam perputaran di ekonomi REI mencapai 13-19 juta orang juga sangat banyak sekali," kata Jokowi saat membuka Munas REI di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta, Rabu (9/8).
Jokowi mengatakan banyak negara yang ingin mendorong ekonominya lewat usaha real estate. Apalagi, kata Jokowi, sektor tersebut mempunyai efek ganda ke sektor lainnya.
"Dan multiplier effect-nya ke 185 sub sektor industri lainnya ini juga banyak sekali, enggak ada industri lain yang se-masif ini efeknya. Yang ada hanya di properti real estate dan konstruksi," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, multiplier effect ke 185 sub sektor itu tersangkut ke industri yang masih terkait dengan real estate, seperti material, furnitur, hingga peralatan dapur.
"Alat dapur kalau rumah baru pasti beli alat dapur. Panci, wajan, sendok semuanya beli, garpu semuanya beli. Jangan lupa industri jasa dari yang namanya tukang listrik, tukang sampah, tukang kebon, sedot WC semuanya bergerak," ungkap Jokowi.
"Dan kalau kita tahu tidak semua sektor properti negara lain bisa bertahan, karena baik COVID maupun ekonominya. Kita tahu di RRT ada perusahaan properti besar yang ambruk yang utangnya ngalahin APBN kita utangnya sampai Rp 4.400 triliun," tambahnya.
