Kumparan Logo

Jokowi Buat Tim Percepat Realisasi Investasi dari Uni Emirat, Luhut Komandannya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Pandjaitan, berbincang dengan Menteri Energi UEA Suhail al Mazrouei. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Pandjaitan, berbincang dengan Menteri Energi UEA Suhail al Mazrouei. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membentuk tim untuk mempercepat masuknya investasi dari Uni Emirat Arab (UEA), yang diketuai oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini dikatakan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

UEA berkomitmen untuk menanamkan modalnya di Indonesia senilai USD 44,6 miliar. Bahlil memastikan, pemerintah serius menyambut investasi tersebut.

“Kemarin Bapak Presiden sudah buat tim, di mana tim teknis urusan INA itu oleh Pak Erick Thohir dan investasi langsung dipegang kami Kementerian Investasi. Dan sebagai komandannya yaitu Menko Marves Pak Luhut,” kata Bahlil saat konferensi pers secara virtual, Kamis (11/11).

Bahlil mengatakan pihaknya sudah membentuk task force atau satuan tugas terkait realisasi investasi itu. Ia memastikan pihaknya segera mengurus permasalahan khususnya perizinan di dalam negeri. Sehingga UEA tinggal siap datang dengan investasinya.

Meski begitu, Bahlil mengakui tetap diperlukan partisipasi semua pihak terkait dalam merealisasikannya. Ia menegaskan saat ini pihaknya tidak mau hanya menunggu bola saja atau menunggu di balik meja lalu investasi datang sendiri. Sehingga komitmen investasi dari UEA harus terus dikawal.

“Apa strateginya? Izin kami kawal sampai final, closing, sampai bangun infrastruktur, kita kawal terus. Jangan diganggu-ganggu, jangan ada hantu-hantu yang main di belakang ganggu ini barang,” ujar Bahlil.

Lantas, kapan target investasi dari UEA tersebut bisa direalisasikan?

Bahlil memastikan upaya merealisasikannya sudah mulai dilakukan. Ia menginginkan investasi tersebut terwujud pada tahun 2024 atau sebelum Jokowi selesai masa jabatannya. Dalam proses itu, Bahlil merasa menutup kemungkinan nilai investasi UEA bisa bertambah.

“Target kita tahun 2024 awal ini sudah semua harus terealisasi. Kami ingin komitmen ini harus selesai sebelum masa pemerintah Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin berakhir, dan kalau bila perlu kami akan tambah lagi (investasinya),” tutur Bahlil.