Jokowi: Danantara Harus Dikelola Profesional agar Aset BUMN Lebih Produktif
·waktu baca 1 menit

Mantan Presiden Jokowi buka suara terkait langkah pemerintah Presiden Prabowo membentuk Danantara. Dia melihat niat pemerintah membentuk Danantara itu sangat baik.
“Soal Danantara ini hati-hati ya, tolong ditanyakan lebih detail kepada CEO pengelola. Ya, kalau saya melihat bahwa niat membentuk Danantara ini sangat baik,” kata Jokowi di Solo, Rabu (26/2).
Dia menilai Danantara entitas kekayaan negara disatukan. Aset-aset BUMN dikonsolidasikan agar lebih produktif dan bermanfaat bagi pembangunan tanpa mengesampingkan bisnisnya.
“Saya melihat Danantara memang banyak keberhasilan misalnya di Abu Dhabi punya Investment, Singapura memiliki Temasek, dan Malaysia memiliki khazanah. Saya kira kalau aset-aset yang ada bisa dikonsolidasikan dan lebih produktif itu akan lebih bermanfaat bagi bagi rakyat,” kata dia.
Dia menegaskan dalam pengelolaan lembaga ini yang paling penting pengelolanya memang jauh lebih baik diserahkan kepada profesional. Dan memiliki jam terbang serta track record yang baik di bidang ini.
Disinggung terkait menggandeng mantan PM Inggris Tony Blair sebagai dewan pengawas Danantara, Jokowi menegaskan hal itu belum final.
“Itu kan belum (Tony Blair sebagai dewan pengawas), belum ada keputusannya. Setahu saya itu. Ya tolong ditanyakan lagi ke CEO-nya jangan ke saya. Itu bukan di wilayah saya,” pungkasnya.
