Kumparan Logo

Jokowi Dialog dengan UMKM: Jangan Sampai Cemilan Dicomot Negara Lain, Urus HAKI!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo salurkan bantuan bagi sejumlah pedagang di Pasar Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo salurkan bantuan bagi sejumlah pedagang di Pasar Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi hari ini menghadiri langsung Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku usaha Mikro Kecil (UMK) perseorangan Tahun 2022. Dalam kesempatan itu Jokowi juga berdialog dengan sejumlah pelaku UMK.

Adalah Asnawati yang berasal dari kelompok UMKM Jakarta Selatan. Namun, ia mengangkat cemilan khas Minang, sebab berasal dari Sumbar.

“Saya Asnawati dari selatan, tapi mengangkat citra daerah Sumbar, yaitu cemilan khas Minang,” ujar Asnawati di Gelanggang Olahraga Kopassus, Jakarta Timur, Rabu (13/7)

“Cemilan khas Minang itu apa? Nasi padang, ya?” seloroh Jokowi.

Asnawati menjelaskan salah satu cemilan khas Minang adalah keripik sanjay balado yang berasal dari singkong. Jokowi lalu menanyakan berapa omzet Asnawati dengan berniaga cemilan khas Sumbar.

“Omzet Rp 5 juta per bulan, Pak, karena ini masih baru. Saya juga berterima kasih banyak kepada Bunda Ratu (petugas Dinas Perindustrian) yang sudah membimbing dan mendidik kami, sehingga produk kami sudah mempunyai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan halal," beber Asnawati.

Mendengar paparan itu, Jokowi berbicara kepada seluruh pelaku UMK agar jangan sampai cemilan khas daerah diklaim oleh negara lain. Langkah konkritnya, pelaku UMK harus segera mengurus HAKI ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Jangan sampai cemilan-cemilan khas daerah kita masing-masing itu ilang atau dicomot oleh negara lain, segera itu dipatenkan, di HAKI-kan sehingga menjadi nanti milik kita. Hati-hati tempe kita, tapi ada yang pemiliknya bukan di sini tapi di Jepang. Hati-hati hal-hal seperti itu,” tegas Jokowi.

Acara ini juga dihadiri sejumlah menteri mulai dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.