Kumparan Logo

Jokowi: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jakarta Tetap Pusat Bisnis

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) memberikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) memberikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota baru Indonesia ke Kalimantan Timur, tepatnya di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Pengumuman tersebut langsung disampaikan Jokowi di hadapan para menteri Kabinet Kerja dan media.

Lantas, bagaimana nasib Jakarta?

Jokowi menjelaskan, meskipun ibu kota pindah ke Kalimantan, namun Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis Indonesia.

"Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan dikembangkan jadi kota bisnis, keuangan, perdagangan dan jasa berskala regional dan global," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet umumkan lokasi ibu kota baru. Foto: Fahrian Saleh/kumparan

Sebagai pusat bisnis, kata Jokowi, Jakarta tetap akan melakukan pembangunan. Anggaran yang disiapkan untuk memoles Jakarta diperkirakan mencapai Rp 571 triliun.

"Rencana Pemprov DKI untuk melakukan urban degeneration yang dianggarkan Rp 571 triliun tetap terus dijalankan dan pembahasannya sudah pada level teknis dan siap eksekusi," paparnya.

Jokowi tak menampik, pemindahan ibu kota ini perlu mendapat dukungan dan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Oleh sebab itu tadi pagi saya sudah berkirim surat ke ketua DPR dengan dilampiri hasil-hasil kajian mengenai calon ibu kota baru. Sehubungan dengan hal tersebut pemerintah akan siapkan RUU untuk selanjutnya disampaikan ke DPR," ucap Jokowi.