Kumparan Logo

Jokowi Ingatkan OJK soal Saham Gorengan, Jangan seperti Adani Group di India

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Hires Presiden Jokowi Menyampaikan Pidato Kunci dalam Acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2022, Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hires Presiden Jokowi Menyampaikan Pidato Kunci dalam Acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2022, Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberikan perlindungan yang ketat terhadap investor saham di Indonesia. Dia tak ingin saham gorengan bikin boncos, saham seperti kejadian di India.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut di India, ada perusahaan jumbo bernama Adani Group milik konglomerat Gautam Adani yang kehilangan USD 120 miliar karena tertipu saham gorengan dari investor aktivis Hindenburg Research di AS. Nilainya setara Rp 1.800 triliun.

“1 perusahaan Adani kehilangan USD 120 miliar, hilang. Langsung dirupiahkan Rp 1.800 triliun. Hati-hati mengenai ini, pengawasan, pengawasan, pengawasan. Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan Rp 1.800 triliun,” kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023 di Hotel Sangri-La, Jakarta, Senin (6/2).

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu Chairman Adani Group Gautam Adani di Singapura. Foto: Kementerian BUMN

Akibat kejadian ini, kekayaan Adani menyusut USD 64,7 miliar dalam 10 hari. Bursa saham India pun langsung bergejolak.

Boncosnya Rp 1.800 triliun aset Adani Group bikin seperempat Produk Domestik Bruto (PDB) India hilang. Kondisi ini menyebabkan mata uang Rupee jatuh.

“Hati-hati mengenai ini, padahal kondisi makronya bagus. Sehingga dilihat betul mana yang suka menggoreng. Kalau goreng-goreng (saham) pas dapet, ya, enak tapi kalau kepeleset seperti tadi saya sampaikan Adani di India,” tuturnya.

embed from external kumparan

Jokowi juga menekankan masyarakat memerlukan perlindungan yang pasti terhadap produk jasa keuangan termasuk asuransi dan pinjaman online. Selain itu, pengawasan investasi dan tour tur haji dan umrah harus lebih rinci.

“Kita ini enggak bisa sekarang kerjanya makro. Makro iya, mikro harus detail di cek satu-satu. Hati-hati ada peristiwa besar minggu kemarin Adani di India. Makro negara bagus, mikro ada masalah,” ujarnya.