Kumparan Logo

Jokowi Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi China dan Dampaknya ke Ekspor

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo. Foto: ANDY BUCHANAN/POOL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo. Foto: ANDY BUCHANAN/POOL/AFP

Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet meminta agar seluruh pihak waspada pada kondisi ekonomi global. Misalnya perlambatan ekonomi di China.

Pasalnya, kata Jokowi, ekspor Indonesia ke China cukup besar. Sehingga pasti akan berdampak bila terjadi perlambatan ekonomi.

"Masih di bidang ekonomi yang berkaitan dengan risiko-risiko global agar semuanya diwaspadai. Seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok betul-betul dilihat karena ekspor kita ke sana gede," tegas Jokowi dalam Sidang Kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (16/11).

Jokowi juga mengingatkan soal risiko tapering off Amerika Serikat. Dia minta agar seluruh kemungkinan risiko dari ekonomi global disiapkan. Sehingga dampaknya bagi Indonesia bisa diatasi.

"Risiko tapering off dari Amerika. Betul-betul dilihat dampak dan apa yang harus kita siapkan, apa yang harus kita lakukan," tuturnya.

"Kemudian yang terakhir juga yang berkaitan dengan inflasi global. Dampaknya akan seperti apa, semuanya dihitung, semuanya harus kita kalkulasi, dimana yang harus kita antisipasi," lanjutnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi China tercatat melambat di kuartal III 2021. Ekonomi China hanya tumbuh 4,9 persen.

Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, atau kuartal II, ekonomi China masih tumbuh di angka 7,9 persen.