Kumparan Logo

Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi di 2022 Masih Tinggi Meski Ada Ancaman Resesi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi berbicara saat Rakornas Partai Bulan Bintang di eL Hotel Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2023). Foto: Youtube/PBB Channel Official
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi berbicara saat Rakornas Partai Bulan Bintang di eL Hotel Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2023). Foto: Youtube/PBB Channel Official

Presiden Jokowi optimistis pertumbuhan ekonomi masih bisa tumbuh tinggi di 2022, meski adanya bayang-bayang ancaman resesi global.

Sebelumnya, badan pusat statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 mencapai 5,72 persen. Jokowi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV tahun 2022 yang akan dirilis nanti masih akan sangat tinggi.

"Alhamdulillah ini patut kita syukuri. Di kuartal ketiga 2022 kemarin masih di angka 5,72 persen, di kuartal keempatnya baru dalam penghitungan. Nanti akhir bulan akan disampaikan berapa, masih sangat tinggi sekali," kata Jokowi pada saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Bulan Bintang (PBB) Tahun 2023, Rabu (11/1).

Optimisme Jokowi itu dia sampaikan di tengah ancaman resesi global yang diprediksi oleh International Monetary Fund (IMF). IMF, kata Jokowi, memperkirakan di tahun 2023 ini sepertiga ekonomi dunia diprediksi mengalami resesi.

"Sepertiga ekonomi dunia artinya kalau ada 200 lebih negara berarti 70 negara akan mengalami resesi," ujar Jokowi.

IMF juga memprediksi, negara yang tidak terkena resesi bahkan ratusan juta penduduknya akan tetap merasakan dampaknya. Namun, hal itu kata Jokowi tidak terbukti di Indonesia.

"Lah kita ini masih merasa normal-normal saja, karena memang ekonomi kita masih sangat normal," pungkasnya.