Kumparan Logo

Jokowi: Pelestarian Alam dan Kepentingan Ekonomi Harus Seimbang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, pada Jumat siang, Jumat (8/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, pada Jumat siang, Jumat (8/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi memperingatkan agar pengelolaan sumber daya alam untuk pemanfaatan ekonomi harus seimbang dengan pelestarian alam. Sehingga diharapkan tidak kerusakan alam.

"Memang kita tahu kekayaan sumber daya alam itu adalah anugerah, tetapi jika tidak dikelola dengan baik juga bisa menjadi sebuah musibah. Pelestarian dan keberlanjutan alam harus diseimbangkan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lainnya," ujar Jokowi dalam arahannya kepada peserta Program Pendidikan 2021 Lemhannas RI, Rabu (13/10).

Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan misalnya dengan melakukan penangkapan ikan secara terukur. Jadi harus ada solusi dari kemungkinan efek pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan ekonomi.

"Penangkapan ikan harus dilakukan untuk kesejahteraan rakyat, tetapi juga harus terukur dan juga dijamin keberlanjutannya tidak hanya diambil, diambil terus tapi habis karena tidak terukur karena tidak terkalkulasi," jelasnya.

Jokowi menegaskan penambangan juga harus dilakukan secara terukur, sehingga efek penambangan masih bisa dijaga untuk keberlangsungan alam sekitar.

"Penambangan juga bisa dilakukan, tapi juga terukur, dikendalikan dan dijamin pengelolaannya pasca penambangan," katanya.

"Industri kehutanan, perkebunan juga bisa kita lakukan tapi dilakukan dengan menjamin keberlanjutan dan menjaga kekayaan hayati kita," ujarnya.