Jokowi-Prabowo Bertemu, Ini Dampak Dahsyatnya ke IHSG dan Rupiah

Sejumlah kalangan memberikan respons positif dari pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Pertemuan keduanya diyakini bisa meredam ketegangan politik usai Pemilihan Presiden 2019 sekaligus mengembalikan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut pertemuan Jokowi dan Prabowo bisa memberikan efek besar terhadap laju rupiah dan Indeks Saham Gabungan (IHSG) meskipun hanya sementara.
"Saya melihatnya efek ke market baik nilai tukar rupiah maupun saham (menguat). Ini dampaknya hanya temporer paling lama berlangsung 3-4 hari," kata dia saat dihubungi kumparan, Sabtu (13/7).
Sedangkan untuk jangka panjang, investor masih menunggu susunan kabinet yang akan dibentuk Jokowi dan Ma'ruf Amin. Jika menteri yang ditunjuk nanti dianggap ideal maka akan direspons positif pasar.
"Karena banyak yang lebih concern lagi kapan Pak Jokowi mengumumkan kabinet periode kedua karena menteri teknis ini yang sebenarnya lebih penting," sebutnya.
Bhima bilang pasar menginginkan Jokowi menunjuk menteri khususnya di sektor ekonomi yang mengerti pro dunia usaha dan investasi. Mengenai latar belakang menteri tersebut apakah dari kalangan profesional atau politik, pasar menyerahkan sepenuhnya ke Jokowi.
"Pasar masih melihat apakah susunan kabinetnya ideal atau justru bukan dari orang-orang yang diidamkan pelaku pasar. Ini yang lebih penting," tutupnya.
Sebagai catatan, merujuk data perdagangan BEI menunjukkan sepanjang pekan ini, gerak IHSG sedikit melemah dibandingkan pekan lalu. IHSG pekan ini berada pada level 6.373.345 atau melemah tipis sebesar 0,002 persen dari 6.373,477 pada pekan lalu.
Sedangkan untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, selama sepakan terakhir rata-rata berada di Rp 14.000 sampai Rp 14.100.
