Jokowi Resmi Luncurkan Holding BUMN Pariwisata

13 Januari 2022 19:37
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jokowi Resmi Luncurkan Holding BUMN Pariwisata (18844)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dan Iriana nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika. Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi resmi meluncurkan holding BUMN pariwisata. Ini sejalan dengan keinginan Jokowi agar seluruh perusahaan negara memiliki holding alias induk.
ADVERTISEMENT
Menurut Jokowi, keberadaan holding pariwisata bakalan menjadi titik balik dalam transformasi ekosistem pariwisata.
"Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, transformasi, membangun ekosistem yang lebih kuat dan tangguh," ujar Jokowi dalam sambutannya saat peluncuran InJourney Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kamis (13/1).
Jokowi optimistis pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Mulai dari penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner sampai akomodasi, sampai penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik," tutur Jokowi.
Jokowi Resmi Luncurkan Holding BUMN Pariwisata (18845)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dan Iriana nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika. Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Mantan Gubernur DKI Jakarta juga meyakini berbagai kendala yang dihadapi sektor pariwisata dapat diselesaikan dengan terbentuknya holding tersebut. Mulai dari masalah konektivitas, infrastruktur, hingga tata kelola manajemen pariwisata.
ADVERTISEMENT
Perusahaan pelat merah di sektor ini, kata Jokowi, memang sudah semestinya memiliki satu induk. Terlebih lagi BUMN sektor pariwisata memiliki banyak anak usaha.
"Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru," pungkas Jokowi.