Kumparan Logo

Jokowi Sebut Jabodetabek Rugi Rp 100 T dalam Setahun karena Macet

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Presiden Jokowi saat menghadiri Kongres ke-16 GP Ansor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2024). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat menghadiri Kongres ke-16 GP Ansor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2024). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyebut wilayah Jabodetabek merugi hampir Rp 100 triliun dalam satu tahun akibat kemacetan.

"Nah, karena macet, saya berikan saja contoh di Jakarta dan Jabodetabek, setahun kita kehilangan hampir Rp 100 triliun gara-gara macet," kata dia saat meresmikan Terminal Leuwipanjang dan Terminal Banjar di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Sabtu (3/2).

Maka dari itu, Jokowi mengatakan, masyarakat harus segera dialihkan dari penggunaan transportasi pribadi ke transportasi umum. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan masyarakat yakni dengan memperbaiki fasilitas transportasi umum.

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Terminal Leuwipanjang dan Terminal Banjar di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung pada Sabtu (3/2/2024). Foto: Dok. Istimewa

"Semoga nanti kita juga bisa mendorong masyarakat untuk bisa kembali menggunakan transportasi umum baik itu bus, kereta api, MRT, LRT, KRL kereta cepat, itu akan sangat mengurangi kemacetan yang ada di jalan yang kita miliki,"

-Presiden RI, Joko Widodo-

Sebelumnya, Jokowi mengaku ingin mengubah persepsi masyarakat terkait dengan terminal. Sebab, belakangan ini terminal acap kali dipersepsikan kumuh, kotor, bahkan dipenuhi oleh preman.

Jokowi pun memberi contoh terminal yang fasilitasnya sudah baik yakni Terminal Leuwipanjang. Menurut dia, dengan anggaran senilai Rp 70 miliar untuk revitalisasi, Terminal Leuwipanjang sudah dibangun dengan begitu baik.

instagram embed