kumparan
28 November 2019 10:17

Jokowi Siapkan RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Jokowi
Executive Vice Chairman of Hyundai Motor Group, Euisun Chung berbincang dengan Presiden RI, Joko Widodo. Foto: Dok. Hyundai Motor
Presiden Joko Widodo tengah mempersiapkan rancangan untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen baterai untuk mendukung pengembangan industri mobil listrik di dunia. Utamanya, baterai lithium yang berasal dari bahan baku nikel.
ADVERTISEMENT
Target itu, ia harapkan bisa segera terealisasikan dalam periode kepemimpinannya ini. Yaitu, sekitar dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang.
“Kita ingin dalam 2-3 tahun turunan nikel bisa ke lithium, baterai ini strategi bisnis negara sedang kita rancang agar Indonesia bisa jadi hub besar bagi industri mobil elektrik, arahnya ke sana,” ujar Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11).
Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Bandara Soetta
Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok. Angkasa Pura II
Jokowi menyebut, Indonesia memiliki potensi yang tak bisa diremehkan sebagai penghasil nikel. Bahkan tak hanya nikel, ada pula mineral lainnya yang masih bisa dioptimalkan seperti kobalt, mangan, dan lainnya yang bernilai bagi pengembangan industri.
“Indonesia punya cadangan nikel terbesar nomor 1 di dunia, strategi ini kita harus pakai untuk membangun industri mobil listrik,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Jokowi mengaku telah melakukan upaya untuk merealisasikan targetnya itu. Misalnya saja, mengirimkan perwakilan Indonesia untuk berjejaring dengan industri luar negeri. Tujuannya, produk baterai asal Indonesia bisa dipakai dan dipesan industri mobil listrik dunia.
“Kita sudah kirim menteri mendekati industri-industri besar mobil di Jepang, Jerman, dalam rangka kita kembangkan lithium,” ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan