Kumparan Logo

Jokowi soal Perang Rusia-Ukraina: Kita Makan Mi & Roti, Impor Gandum 11 Juta Ton

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi disambut saat tiba di dalam Istora pada acara Rapimnas Samawi 2023, Sabtu (7/10/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi disambut saat tiba di dalam Istora pada acara Rapimnas Samawi 2023, Sabtu (7/10/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Presiden Jokowi bicara dampak kondisi geopolitik dunia terhadap Indonesia. Kendati sudah pulih dari efek pandemi COVID-19, ada banyak hal yang perlu diwaspadai bisa menimbulkan gejolak ekonomi.

Perang Rusia dengan Ukraina salah satu yang disinggung Jokowi. Meski secara geografis jauh dari Indonesia, konflik kedua negara punya dampak cukup besar ke pasokan pangan dalam negeri.

"Kelihatannya perangnya ada di Ukraina dengaan Rusia. Jangan tepuk tangan, kita impor gandum 11 juta ton, karena kita makan mi dan makan roti," ujar Jokowi dalam Rapimnas Samawi 2023, Sabtu (7/10).

"Gandumnya dari mana, karena kita tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Tumbuh tapi tidak menghasilkan gandum, 30 persen itu dari Rusia dan dari Ukraina," sambung Jokowi.

embed from external kumparan

Selain itu, lanjut Jokowi, perubahan iklim dan krisis pangan juga merupakan hal yang patut diwaspadai. Hampir semua negara besar mulai merasakan dampaknya.

India mulai menghentikan penjualan beras ke luar negeri. Kebijakan ini kemudian diikuti banyak negara.

Saat bersamaan, pasien Dana Moneter Internasional (IMF), kata Jokowi, terus-terusan bertambah. "Sekarang ini 96 negara masuk menjadi pasien IMF. Artinya ekonomi ambruk," ujarnya.

"Kita patut bersyukur, COVID-nya selesai ekonominya juga bisa kembali normal," tutur Jokowi.