Kumparan Logo

Jokowi soal RI Kalah di WTO: Kalau Pemimpinnya Tidak Berani, Pasti Sudah Mundur!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi memberikan pidato saat meresmikan Mayapada Hospital Bandung, Senin (6/3/2023). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memberikan pidato saat meresmikan Mayapada Hospital Bandung, Senin (6/3/2023). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal Indonesia yang kalah di WTO perihal ekspor bahan atau komoditas mentah. Menurutnya, kalau pemimpin yang tidak berani, maka Indonesia sudah takluk dengan Uni Eropa.

“Apakah kita mampu berhenti karena digugat Uni Eropa? Kalau pemimpin tidak berani pasti mundur dan minta ampun, itu jangan bermimpi negara ini menjadi negara maju,” tegas Jokowi di acara Musyawarah Rakyat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).

Kendati begitu, saat ini Indonesia justru melawan balik Uni Eropa dengan mengajukan banding atas keputusan WTO tersebut. Untuk itu ia berpesan kepada Presiden berikutnya untuk jangan takut dengan negara mana pun.

“Tapi kalau digugat enggak berani, digugat enggak melawan, kita tidak akan menjadi negara maju. Nanti saya akan titip jangan takut digugat oleh negara mana pun. Kalau digugat ya cari pengacara yang terbaik agar gugatan kita menang,” katanya.

Ketua Panitia Musra Panel Barus menyerahkan berkas hasil Musra kepada Presiden Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Baik itu di sektor tambang, mineral, laut, perkebunan hingga pertanian.

“Tapi tahun kemarin gugatan kita kalah, saya sampaikan kepada menteri tidak boleh mundur. Begitu gugatan rampung industrinya rampung. Akhrinya bisa mengolah bahan jadi. Itu namanya strategi negara itu, bukan rutinitas,” tukas Presiden.

Dengan begitu, dirinya menegaskan sekali lagi, Indonesia butuh pemimpin yang kuat dan mampu menghadapi ketidakpastian global.

Memilih Presiden Jangan Grasa Grusu

Jokowi juga mengingatkan, dengan kondisi ekonomi saat ini pemilihan Presiden 2024 menjadi sangat krusial. Jangan sampai rakyat salah memilih.

“Oleh sebab itu sekali lagi, memilih pemimpin di tahun 2024 ini sangat krusial, sangat penting sekali, harus tepat dan benar,” tambah dia.

“Oleh sebab itu saya menyampaikan bolak balik, jangan grusa grusu, jangan tergesa-gesa. Karena begitu keliru kita tidak bisa kembali lagi. Enggak bisa,” lanjut Jokowi.

embed from external kumparan