Kumparan Logo

Jokowi Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen: Bukan Sesuatu yang Mudah

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas peran Ombudsman Republik Indonesia pada Senin, 8 Februari 2021. Foto: BPMI Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas peran Ombudsman Republik Indonesia pada Senin, 8 Februari 2021. Foto: BPMI Setpres

Menteri Keuangan Sri Mulyani memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini pada kisaran 4,3 hingga 5,3 persen. Padahal pada tahun lalu perekonomian Indonesia minus 2,19 persen. Kontraksi ekonomi yang cukup dalam ini memang disebabkan pandemi COVID-19.

Presiden Jokowi meminta seluruh menterinya untuk bekerja keras untuk mencapai target ambisius ini. Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi tersebut bukan hal yang mudah.

“Target dalam APBN tahun ini growth pertumbuhan ekonomi capai angka kurang lebih 5 persen, bukan sesuatu yang mudah dari minus 2,19 persen,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan secara virtual, Kamis (4/3).

Meski demikian, Jokowi menyebut kondisi perekonomian dunia juga tak jauh beda. Perekonomian global masih dalam situasi yang tidak pasti.

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) dan Menkeu Sri Mulyani (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jokowi meminta Mendag Muhammad Lutfi untuk membuat kebijakan yang dapat memberikan kontribusi pada pemulihan ekonomi. Jokowi meminta sektor-sektor perekonomian yang lumpuh akibat pandemi mulai dihidupkan kembali.

Setidaknya ada tiga cara yang disebut oleh Jokowi, pertama memberikan insentif kepada daerah, stimulus daerah dan investasi baru.

“Terakhir saya tegaskan 2021 adalah tahun pemulihan. Target growth 5 persen harus betul2 tercapai,” tuturnya.