Jokowi: Tahun 2022 Turbulensi, 2023 Ujian
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi kembali menyinggung soal tantangan perekonomian di tahun ini. Ini diungkapkan Jokowi kala blusukan ke Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Bila sebelumnya presiden kerap menyebut ekonomi gelap, kali ini ia menyebut tahun 2023 sebagai ujian yang menentukan akan seperti apa 2024.
Kalau melihat secara global, tahun 2022 adalah tahun turbulensi. Tahun 2023 ini adalah tahun ujian.
- Presiden Jokowi
"Kalau kita bisa melewati turbulensi kemarin di 2022, kita harapkan di tahun 2023 ini kalau bisa lewati, insyaallah di tahun 2024 akan lebih mudah bagi pertumbuhan ekonomi kita," sambung Jokowi.
Kendati begitu, Jokowi masih optimistis perekonomian tahun 2022 bisa tumbuh di atas 5 persen. Begitu pula tahun 2023 yang akan berada di atas 5 persen meski ia kerap bicara soal ekonomi gelap sebelumnya.
"Saya optimis di 2022 pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Kita harapkan kita berdoa tahun 2023 ini bisa di atas 5 persen lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memakai istilah yang sama buat menggambarkan kondisi 2023.
Sri Mulyani mengatakan, PR Komite Stabilitas dan Sektor Keuangan (KSSK) tahun 2023 adalah melaksanakan integritas, akuntabilitas, dan kredibilitas pada yang ditopang oleh implementasi undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).
"Ini ujian yang berat menghadapi tahun 2023 yang disebutkan, menjadi tahun ujian bagaimana mengendalikan inflasi global, cegah resesi terjadi dan terus meningkatkan pemulihan ekonomi pasca pandemi," ujar Sri dalam seremoni pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2023 di Gedung BEI, Senin (2/1).
