Kumparan Logo

Jokowi Tugasi Luhut untuk Lobi China di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat terkait meninjau pembangunan proyek kereta cepat  di Bekasi, Jawa Barat, Foto: Dok. Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat terkait meninjau pembangunan proyek kereta cepat di Bekasi, Jawa Barat, Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Menko Maritim & Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku memperoleh tugas dari Presiden Jokowi untuk melobi China agar bersedia melanjutkan proyek kereta cepat hingga Surabaya.

"Presiden perintahkan saya untuk pergi ketemu Tiongkok. Kita lihat kalau mereka setuju dan prinsipnya setuju bagaimana kita," kata Luhut seusai acara HUT ke-20 Yayasan Del di Gedung Sopo Del, Jakarta Selatan, Senin (31/5).

Nantinya, rute kereta cepat lanjutan bakal melalui rute Jakarta -Bandung - Bandara Kertajati di Majalengka - Yogyakarta - Solo - Surabaya.

"Presiden arahan Bandung-Kertajati-Jogja-Solo-Surabaya," sebutnya.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan hadiri peringatan Hut ke-20 Yayasan DEL. Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan

China pun secara prinsip siap mendukung proyek kereta cepat lanjutan di Indonesia, termasuk soal isu pendanaan. Baginya, tak ada persoalan dengan pinjaman asing dengan tenor panjang dan berbunga murah, asalkan perencanaan dan eksekusi dilakukan dengan sangat baik.

"Itu akan menimbulkan simpul-simpul ekonomi baru. Seperti Tol Jagorawi. Itu 10-15 tahun baru kelihatan. Kalau kalian bikin infrastuktur sekarang, enggak langsung terus kelihatan. Itu butuh waktu. Jadi sama kayak Tol Trans Sumatera," sambungnya.