Jonan Sindir Rini: Suka Ganti-ganti Direksi

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyinggung tentang kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang suka gonta-ganti direksi. Hal itu disampaikan Jonan dalam sambutannya di acara Pertamina Digital Expo 2018 di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta.
Di atas panggung, Jonan menyindirnya dengan mengatakan, pejabat yang suka gonta-ganti direksi memang harus menyampaikan pidato atau sambutan lebih dulu di acara Pertamina pagi ini. Sebelum Jonan maju, acara ini memang dibuka pertama kali dengan sambutan dari Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Setelah Nicke, sambutan dilanjutkan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno yang di dalam sambutannya, sempat mengucapkan yel-yel “Pertamina Maju”.
“Kalau yang tugasnya suka ganti-ganti direksi memang harus dikasih kesempatan pertama untuk pidato. Saya tanya tadi pagi urutannya bagaimana, saya bilang itu yang ganti-ganti direksi suruh duluan itu (memberi sambutan). Jadi memang yang ganti direksi pake yel-yel harus betul,” kata Jonan di atas panggung menyindir Fajar, Rabu (25/4).

Meski begitu, Jonan mengatakan, Pertamina memang harus berubah jika ingin maju di bidang teknologi digital. Dia mengutip apa yang ditulis oleh Mahatma Gandhi di awal revolusi untuk kemerdekaan India, kalau mau berubah ya kita sendiri harus jadi agen perubahan.
“Untuk Pertamina kalau mau berubah ya harus dimulai dari direksi dan komisarisnya. Tolong kalau mau berubah, Pak Syamsu Alam seumur saya. Kita yang di usia pertengahan 50 itu orang yang waktu muda tidak belajar digitalisasi secara serius. Atau introduction-nya sangat tipis untuk belajar ini. Sekarang dipaksa harus ada proses digitalisasi, penggunaan teknologi sehingga apa yang dilakukan itu paling kurang bisa lebih efisien. Jadi banyak fungsinya,” bebernya.
Sindiran Jonan tak berhenti sampai di situ. Saat Jonan menjelaskan kunci yang harus dilakukan Pertamina untuk berubah, di sela-sela pembicaraannya, dia mengatakan, Fajar Harry tugasnya hanya mengganti direksi saja.
“Spesialisasi Pak Harry cuma ganti direksi. Tolong temen di Pertamina, ada sense of urgency. Harus dilmulai dari atas. Kedua, mesti bikin koalisi. Bukan pertentangan. Tadi kalau Pak Harry karena abis ganti lima direksi itu bikin koalisi. Jadi tidak bikin pertentangan. Kalau bikin pertentangan pasti enggak bisa jalan. Ini yang menurut saya penting sekali,” kata Jonan yang kemudian disambut gelak tawa peserta yang hadir.
