Kumparan Logo

Jonan Tinjau TBBM Semarang untuk Pastikan Pasokan BBM dan LPG

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) di Terminal BBM Pengapon, Semarang. (Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) di Terminal BBM Pengapon, Semarang. (Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, meninjau langsung keandalan di Terminal BBM Pengapon, Semarang Group milik PT Pertamina (Persero). Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui kecukupan pasokan dan penyaluran BBM dan LPG saat perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 atau Nataru.

Jonan datang didampingi oleh Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon dan Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid. Mantan Bos PT KAI tersebut juga memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pertamina untuk memastikan pasokan BBM dan LPG demi kelancaran Natal dan Tahun Baru.

"Jajaran BPH migas dan Pertamina saya minta mereka melayani sepenuhnya kebutuhan BBM dan LPG kepada masyarakat jelang Natal ini. Penuhi semua kebutuhan masyarakat, jangan sampai ada kekurangan," tegas Jonan usai memberi pengarahan di TBBM Pertamina Pengapon, Semarang, Rabu (19/12) malam.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penambahan volume BBM nantinya akan difokuskan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jalur yang biasa dilalui masyarakat untuk berlibur, seperti pintu masuk dan keluar jalan tol serta daerah tujuan wisata.

Tahun lalu misalnya, kenaikan konsumsi BBM selama masa Nataru meningkat 8 persen. Sedangkan untuk BBM Solar, tren konsumsinya justru turun seiring dengan berkurangnya kegiatan industri.

"Wilayah yang volume BBM-nya naik, fokusnya pintu masuk dan keluar jalan tol. Sekarang tol Trans Jawa sudah selesai, volume BBM di pintu masuk dan keluarnya ditambah, kami yakin selama Natal dan Tahun Baru banyak orang bepergian melalui jalan Tol Trans Jawa," pungkas mantan Dirut PT KAI itu.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan, pihaknya menyiagakan tambahan stok 11 persen dari rata-rata normal per hari 10.561 Kilo Liter (KL) menjadi 11.754 KL.

"Untuk konsumsi LPG di wilayah Jateng sendiri, kami menyiagakan tambahan stok 10 persen menjadi 3,511 MT di banding rata-rata normal per hari yaitu 3,206 MT," jelasnya.

Menteri Jonan cek pasokan BBM. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Jonan cek pasokan BBM. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Selain itu, pihaknya juga menambah pasokan BBM jenis Avtur sebanyak 7 persen dari rata-rata konsumsi normal yakni 480 KL menjadi 514 KL. Penambahan ini, kata Mas'ud, dilakukan untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di bandara Jateng-DIY selama masa Nataru.

“Namun untuk produk jenis Gasoil di wilayah Jateng diprediksi turun 5 persen dari rata-rata harian sebesar 6.059 KL menjadi 5.778 KL, karena adanya pembatasan operasional angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industri,” tambah Mas’ud.

Di samping itu, Pertamina juga menyiapkan fasilitas alternatif tempat pengisian BBM dengan menempatkan 12 titik kiosk Pertamax di ruas tol yang dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM Kemasan. Fasilitas ini, kata Mas'ud, akan disebar di beberapa jalur mudik regular, ruas tol serta di jalur wisata yang rawan dengan kepadatan.

Sebagai contoh di Jawa Tengah disiapkan 32 SPBU Kantong dan 23 SPPBE Kantong di jalur pemudik regular (non-tol) dan di jalur wisata. Mobile Storage/SPBU Kantong ini disiapkan guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki menuju titik lokasi SPBU untuk memenuhi kebutuhan suplai.

Sebagai informasi pada masa Natal dan Tahun Baru lalu, wilayah Jawa Tengah belum memiliki ruas Tol Solo - Kertosono. Sementara tahun ini, jalur tol operasional fungsional mulai dari Pemalang-Semarang-Ngawi yang akan dioperasikan oleh Pemerintah.

"Pada prinsipnya, kami sudah siap untuk mengamankan dan melayani masyarakat secara maksimal," tukas Mas'ud.

Untuk memastikan konsumen mendapatkan kemudahan dalam memperoleh BBM dan LPG. Pertamina terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, BUJT serta Polda Jateng dan DIY dalam menentukan titik-titik lokasi fasilitas Kiosk dan SPBU Kantong.