Kumparan Logo

Jual ababis Tiruannya adidas, China Siapkan Sanksi buat E-commerce

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)

Pemerintah China menyiapkan sanksi buat e-commerce yang memperdagangkan barang palsu dan tiruan. Sanksi yang akan mulai diberlakukan pada 2019 ini, bukti keseriusan pemerintah untuk menghapus citra, bahwa negara itu sebagai sumber beragam produk palsu dan tiruan.

Selama ini produk-produk palsu mengacu pada merek ternama, namun diproduksi secara ilegal bukan oleh pemilik merek tersebut. Sedangkan produk tiruan, adalah produk yang meniru merek ternama, dengan sedikit perubahan pada namanya.

Maraknya produk imitasi di China ini, sudah lama dikeluhkan perusahaan-perusahaan ternama di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, yang menjadi korban pencatutan merek. Pencurian kekayaan intelektual di China ini, juga menjadi isu sentral dalam perang dagang AS-China.

''Presiden Xi Jinping menyatakan komitmennya untuk melindungi hak-hak kekayaan intelektual, dengan menerbitkan undang-undang akan mulai berlaku pada 1 Januari untuk menghukum perusahaan e-commerce, jika barang palsu kedapatan dijual di platform mereka,'' demikian dikutip Senin (26/11).

Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)

AFP melaporkan, masifnya peredaran dan penjualan barang imitasi di China terjadi sejak lama. Yang terbaru adalah saat China Single Day, atau bazar belanja onlina pada 11 November 2018 lalu. Saat itu, AFP menemukan aplikasi e-commerce seperti Taobao kedapatan menjual banyak produk imitasi di tempat mereka.

Beberapa produk imitasi yang dijual antara lain sepatu "ababis''. Versi kw (tiruan) dari “adidas” ini hanya dijual USD 5,70 sangat jauh dari harga aslinya. Lalu sepatu ''Balenciaca'' yang memiliki tingkat kemiripan luar biasa, dari merek aslinya Balenciagas ini hanya dijual USD 18. Tak ketinggalan, tas Louis Vuitton palsu pun hanya dibanderol USD 17.

Seorang warga Beijing yang dimintai tanggapan AFP, mengatakan dirinya hampir tidak bisa membedakan produk celana dalam yang dia beli yang ternyata barang imitasi. "Saya benar-benar tidak bisa membedakannya. Kelihatannya asli. Itu asli,'' kata Li sambil melihat isi kotak celana dalam "Caiwen Kani", versi KW dari Calvin Klein.

Barang imitasi lainnya adalah wiski “Jack David” yang merupakan tiruan dari “Jack Daniel”. Juga ada ''Star Wnrs'' yang merupakan tiruan dari lego “Star Wars” yang hanya dijual USD 2 saja seperti yang dibeli Wang Yu untuk anak-anaknya di rumah.

Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan di AS dan Eropa telah lama mengeluh tentang pencurian kekayaan intelektual di China, sebuah isu sentral dalam perang dagang AS-China. (Foto: Foto: AFP / Fred Dufour)

"Saya akan membelinya. Kurasa semua produk saling meniru. Aku bisa menerimanya selama itu cocok untuk anak-anak. Tapi dengan syarat kualitasnya bagus,'' kata Wang Yu.

Saking seringnya menjual produk imitasi, pada tahun 2016 Taobao dimasukkan kembali ke daftar hitam pelanggaran hak milik intelektual . Kantor Perwakilan Perdagangan AS mempersoalkan penjualan barang bajakan dan barang tiruan tersebut.

Sementara itu Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa, memperkirakan kerugian dari produk imitasi yang dijual itu setara 60 miliar euro (USD 68 miliar) atau hampir Rp 1.000 triliun per tahun.

NewBailun LP, New Balance palsu. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
NewBailun LP, New Balance palsu. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)

Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, e-commerce terkemuka Alibaba mengatakan telah mengimbau semua pedagang mitranya untuk menghormati hak kekayaan intelektual. Mereka juga mengaku, telah meningkatkan upaya menghapus daftar produk palsu.

"Sistem dan teknologi perlindungan kekayaan intelektual Alibaba adalah yang terbaik di industri dan kami selalu mencari cara untuk meningkatkannya," sebut Alibaba.