Kumparan Logo

Jual Baju Berbau Rasis, H&M Di Afrika Selatan Dirusak Demonstran

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerai Hennez & Mauritz (Foto: Dok. SmartCompany )
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Hennez & Mauritz (Foto: Dok. SmartCompany )

Perusahaan pakaian asal Swedia H&M untuk sementara menutup beberapa toko di Afrika Selatan pada hari Sabtu (13/1) setelah adanya aksi demonstrasi oleh masyarakat setempat. Aksi tersebut muncul akibat sebuah gambar di situs H&M yang dinilai rasis.

Dikutip dari New York Times (16/1), gambar itu menunjukkan seorang model anak kulit hitam mengenakan kaus berkerudung bertuliskan 'monyet paling keren di hutan'. Dua kaus lainnya yang juga bertema hutan, tidak menyebutkan kata monyet dan dimodelkan oleh anak-anak kulit putih.

Gambar tersebut sontak membuat kegemparan di media sosial akhir pekan lalu. Pada Sabtu lalu para demonstran yang mewakili partai oposisi terbesar kedua di Afrika Selatan, Economic Freedom Fighters, berkumpul di semua lokasi H&M.

Video dan foto yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang berdemonstrasi di luar toko. Ada pula video yang menunjukkan para demonstran merusak boneka mannequin, menjungkirbalikkan rak dan mengobrak-barik pakaian.

"Karena kepedulian terhadap keselamatan karyawan dan pelanggan kami, kami menutup sementara semua toko di daerah ini," kata H&M dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Sabtu seperti yang dikutip New York Times, Selasa (16/1).

"Tidak ada staf atau pelanggan kami yang terluka. Kami terus memantau situasinya dengan ketat dan akan membuka toko segera setelah situasi aman kembali. Kami sangat percaya bahwa rasisme dan bias dalam bentuk atau cara apapun, disengaja atau tidak disengaja, sama sekali tidak dapat diterima. Kami menekankan bahwa staf toko kami tidak ada hubungannya dengan produk dan citra kami yang dinilai buruk," tulis H&M dalam keterangan resminya.

Demonstrasi dilaporkan terjadi di pusat perbelanjaan di Cape Town dan Pretoria, dan di beberapa daerah di dan sekitar Johannesburg, termasuk Sandton, Midrand dan Boksburg. Di media sosial, beberapa mendukung para demonstran meski ada pula yang berpendapat bahwa penghancuran itu kontraproduktif.

Julius Malema, pemimpin partai yang karismatik namun kontroversial, mengatakan bahwa masyarakat Afrika tidak akan meminta maaf untuk perusakan tersebut. "Kami tidak meminta maaf tentang apa yang telah dilakukan pejuang hari ini terhadap toko H&M," ujarnya.

"Setiap toko yang merongrong orang kulit hitam harus diperhatikan," tambahnya. "Harus ditutup. Itu harus ditutup."

H&M telah meminta maaf atas gambar tersebut pada hari Senin (15/1), dan mengatakan bahwa mereka telah menghapus gambar tersebut dan berhenti menjual kaus itu.

"Kami telah salah dan kami setuju bahwa, rasisme pasif atau tidak disengaja sekalipun perlu disingkirkan dimanapun," tulis H&M di situsnya. Kejadian ini juga disayangkan oleh selebriti dunia, termasuk artis pop The Weeknd dan rapper G-Eazy. Mereka mengatakan tidak akan lagi bekerja sama dengan perusahaan tersebut.