Jual BBM Lebih Murah dari Pertalite, SPBU Ini Masih Sepi Pembeli

Antrean di SPBU milik PT Vivo Energy Indonesia terpantau tampak sepi pembeli meskipun menjual harga BBM lebih murah. Padahal, SPBU Vivo menawarkan harga BBM jenis Revvo 89, dengan research octane number (RON) 89 atau sedikit di bawah Pertalite yang memiliki RON 90, seharga Rp 8.900 per liter pada pukul 16.00 WIB.
Adapun harga Pertalite hari ini resmi naik menjadi Rp 10.000 per liter, dari sebelumnya Rp 7.650 per liter. Harga ini berlaku mulai hari ini pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan pantauan kumparan di SPBU Vivo Jakarta Selatan, Sabtu (3/9) pukul 16.00 WIB, frekuensi arus kendaraan yang mengisi bahan bakar tidak lebih dari satu menit. Meskipun sudah 1,5 jam sejak pemerintah memberlakukan harga baru untuk BBM subsidi. Sehingga, pengendara yang mengisi BBM tak perlu mengantre cukup lama.
Situasi berbeda tampak jelas di SPBU milik Pertamina. Setelah, Presiden Jokowi mengumumkan harga BBM naik, terlihat antrean di Pertamina langsung mengular tak lama usai kenaikan harga BBM diumumkan.
Adapun antrean kendaraan di SPBU kawasan Jatipadang, Pasar Minggu, tampak mengular hingga nyaris ke jalan sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu pengemudi ojek online bernama Irfan, mengaku sudah tahu Jokowi mengumumkan kenaikan BBM.
Ia bersama rekan-rekannya yang biasa mangkal di sekitaran Jalan Raya Ragunan, lantas bergegas ke SPBU terdekat untuk membeli Pertalite sesaat sebelum harga baru berlaku.
"Iya ini sebentar lagi naik, masih ada waktu 20 menit untuk beli harga murah," ujar Irfan kepada kumparan.
Ia mengeluhkan pengumuman kenaikan harga yang dilakukan dadakan di siang bolong hari libur. Sembari berkeluh kesah, ia tetap datang ke SPBU untuk mengisi full tangki motor dengan harga Pertalite yang masih Rp 7.650 per liter.
Hal yang sama juga dilakukan Haris, warga setempat yang juga turut bergegas ke SPBU setelah tahu berita soal kenaikan harga BBM. "Kalau beli sekarang lumayan masih belum Rp 10.000," kata dia.
