Kumparan Logo

Jualan Bawang Merah, Pedagang di Kramat Jati Untung Rp 6 Ribu per Kg

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Kamis (20/9/2018). (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Kamis (20/9/2018). (Foto: Elsa Toruan/kumparan)

Bawang merah lokal yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati dijual dengan harga yang variatif. Beberapa pedagang menjual dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram (kg).

Dari pantauan kumparan, rata-rata pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, menghabiskan sebanyak 200 kg per hari. Bawang ini diakui akan dipasok ke beberapa pasar di beberapa wilayah, seperti Pasar Palmerah, Pasar Minggu hingga Pasar Senen di Jakarta.

“Saya biasanya ambil per karungan gitu. Yang isinya 10 kilogram. Itu harga satu karung bawang merah saya beli sekitar Rp 120 ribu. Ada juga yang karungnya besar isi 50 kilogram, itu harganya Rp 600 ribu,” kata Sulis, salah seorang pedagang bawang merah, kepada kumparan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/9).

Dengan kata lain, para pedagang tadi mengambil untung sebesar Rp 3.000 hingga Rp 6.000 dari satu kilogram bawang merah yang dijual. Harga ini sendiri, dikatakan sulis sudah berlaku sejak satu bulan terakhir.

“Biasa segitu sudah satu bulan ini juga begitu kok. Enggak ada yang beda,” tambahnya lagi.

Selain Sulis, ada juga Edy yang sudah 5 tahun berjualan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati ini. Dia mengatakan harga bawang merah cenderung menurun sejak Hari Raya Idul Fitri lalu.

Petani Bawang Merah (Foto: Kementan)
zoom-in-whitePerbesar
Petani Bawang Merah (Foto: Kementan)

“Kemarin kan waktu Idul Fitri harga bawang merah yang kami jual itu bisa sampai Rp 35.000 (per kg). Tapi ini berangsur turun sampai sekarang di harga Rp 15.000 di kami. Katanya memang stok lagi banyak makanya murah,” pungkasnya.

Harga bawang merah hasil panen petani di beberapa sentra produksi bawang merah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera Barat, pada musim tanam kedua terpantau turun. Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia Ikhwan Arif mengatakan penurunan harga bawang merah kali ini cukup signifikan, yakni berkisar Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kg. Alasannya, jumlah pasokan melebihi kebutuhan.

Ia menambahkan, harga jual di level petani itu tidak mampu menutup biaya tanam bawang merah yang berkisar Rp 10.000 - Rp 12.000 per kg.

“Harganya anjlok, berkisar Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogramnya di tingkat petani. Padahal, biasanya itu harga jual sekitar Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kg,” katanya kepada kumparan.