Kumparan Logo

Jumlah Mobil yang Nyebrang Naik 41 Persen, ASDP Raup Laba Rp 326 Miliar di 2021

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Foto: ASDP
zoom-in-whitePerbesar
Kapal PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Foto: ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencetak pendapatan Rp 3,55 triliun sepanjang 2021 berdasarkan laporan konsolidasian yang sudah diaudit (audited). Pendapatan ini naik 13,45 persen dibandingkan kinerja 2020 sebesar Rp 3,31 triliun.

Dengan pendapatan yang moncer, laba perusahaan juga terkerek. Tercatat, ASDP meraup laba bersih Rp 326,5 miliar sepenjang 2021.

"Raihan laba bersih 2021 mencapai 293,3 persen dari target dan mengalami pertumbuhan 80,13 persen dari laba di tahun 2020 sebesar Rp 181,14 miliar," kata Direktur Utama ASPD Ira Puspadewi dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4).

Ira mengatakan, moncernya pendapatan dan laba bersih tahun lalu menjadi periode pemulihan kinerja bisnis ASDP sejak COVID-19 melanda yang berdampak penurunan signifikan hampir seluruh industri di Tanah Air.

"Capaian laba bersih 2021 ini, tertinggi sepanjang sejarah sejak ASDP berdiri," tutur Ira.

Pencapaian kinerja positif tahun 2021 dikontribusikan realisasi penyeberangan dari kapal perintis dan komersial (gabungan) antara lain penumpang mencapai sebanyak 4,42 juta orang atau naik sebesar 12 persen dibandingkan realisasi 2020 sebanyak 3,95 juta orang.

Pendorong lainnya adalah jumlah kendaraan roda empat dan lebih termasuk mobil mencapai 2,92 juta unit atau naik 41 persen dibandingkan realisasi 2020 sebanyak 2,07 juta unit. Jumlah barang yang dikirim menggunakan kapal ASDP juga mencapai 2,46 juta ton atau naik 149 persen bila dibandingkan realisasi tahun 2020 sebanyak 990 ribu ton.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi memberikan pemaparan saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Sementara realisasi jumlah kendaraan roda 2 dan 3 yang menyebrang sebanyak 2,39 juta unit atau turun 12 persen dari 2,73 juta unit. Kata Ira, selama pandemi terjadi shifting perubahan perilaku dari pejalan kaki ke kendaraan pribadi atau kendaraan penumpang sehingga terjadi peningkatan pada kendaraan penumpang.

"Sedangkan untuk logistik, kenaikan didukung regulasi bahwa tidak ada pembatasan pergerakan untuk kendaraan logistik, khususnya pada periode libur hari raya," ujar Ira lagi.

Selain itu, kinerja positif juga didukung program pengendalian biaya melalui langkah efisiensi yang ditunjukan dengan operating ratio 72,05 persen lebih rendah dibanding 2020 sebesar 76,91 persen. Selanjutnya, total beban operasional dan total pendapatan operasional (BOPO) tahun 2021 sebesar 91,51 persen, lebih rendah dibanding tahun 2020 sebesar 98,39 persen.

Penumpang membeli tiket kapal ASDP melalui aplikasi Ferizy secara online. Foto: ASDP

Penurunan BOPO, kata dia, menunjukan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan efisiensinya dengan adanya pengendalian keuangan terhadap realisasi beban pokok dan beban usaha.

Hal yang sama dengan peningkatan cash ratio sebesar 276,58 persen tumbuh sebesar 88,5 persen dari 2020 dan current ratio sebesar 324,45 persen tumbuh sebesar 87,78 persen dari tahun 2020.

"Dari kondisi ini, posisi ASDP menjadi perusahaan solvable, yakni memiliki kemampuan untuk membayar seluruh total hutangnya menggunakan total aset sebesar 15,98 persen dan Debt to Equity 8,67 persen," tuturnya.

Selain itu, tahun 2021 ASDP juga berhasil membukukan nilai EBITDA positif sebesar Rp 790,83 miliar, tumbuh sebesar 42,17 persen dari tahun 2020 sebesar Rp 556,24 miliar. Hal ini, kata Ira, menunjukkan perusahaan mampu menghasilkan tingkat profitabilitas yang semakin baik dari tahun ke tahun.