Jumlah Penumpang KRL Diprediksi Membeludak, Tembus 410 Juta Orang Hingga 2027
·waktu baca 2 menit

Jumlah penumpang KRL diprediksi terus meningkat setiap tahun. Temuan ini berdasarkan hasil riset Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB.
VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba, mengatakan KRL dapat melayani hingga 274 juta orang sepanjang tahun 2023. Kemudian meningkat menjadi 345 juta orang pada tahun 2024.
"Tahun 2025 naik menjadi 362 juta, habis itu tahun 2026 398 juta orang. Tahun 2027 itu 410 juta orang yang kita angkut," kata Anne dalam Bincang Santai di Depo KRL Depok, Selasa (11/7) malam.
KAI Commuter Line memproyeksi rata-rata okupansi penumpang baik peak dan low season di kisaran 71-89 persen. Anne menyebut pihaknya perlu mengantisipasi saat peak hour sehingga kebutuhan pengadaan kereta disesuaikan dengan hasil proyeksi.
"Ini juga melihat bekerja sama LAPI ITB untuk memprediksi mobilisasi orang juga. Kita juga ada pengembangan prasarana dan pertumbuhan-pertumbuhan yang ada di sekitar stasiun," katanya.
Menurut Anne, berdasarkan data tersebut akan ada 16 rangkaian kereta baru yang siap digunakan dari produksi PT INKA (Persero) sebagai penggantian kereta. Nantinya KAI Commuter juga menyiapkan retrofit atau modernisasi kereta yang sudah perlu dipensiunkan.
Sebelumnya, KAI Commuter mencatat volume penumpang di Palmerah mencapai 7.263.677 orang dalam kurun 2021 hingga awal tahun 2023. Lalu, volume penumpang dari jalur Rangkasbitung mencapai 4,5 juta penumpang.
Per Januari 2023, terdapat 10,4 juta penumpang dari lintas Bogor. Lalu, 5,9 juta penumpang berasal dari lintas Bekasi/Cikampek, dan lintas Tangerang mencapai 1,5 juta penumpang.
"Dalam kurun 2021-2023, di lintas Rangkasbitung ke Jakarta dan sebaliknya, tercatat lima stasiun paling aktif. Itu mencakup Stasiun Rangkasbitung, Rawabuntu, Kebayoran, Sudimara, dan Palmerah," tutur Anne dalam keterangan resmi, Minggu (26/2).
