Kumparan Logo

Jumlah Sapi Perah Nasional Kurang, Kementan Mau Impor 1 Juta Ekor hingga 2029

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peternakan sapi perah lokal di Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Peternakan sapi perah lokal di Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan jumlah sapi perah dalam negeri saat ini masih kurang. Untuk itu impor sapi perah masih akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jumlah sapi perah dengan target 1 juta ekor di tahun 2029.

Ketua Kelompok Fungsi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Peternakan Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Kementerian Pertanian Maria Nunik Sumartini menjelaskan saat ini jumlah sapi perah hanya sekitar 500 ribu ekor. Angka ini tidak bisa memenuhi kebutuhan susu nasional secara menyeluruh.

“Untuk populasi yang ada saat ini itu hanya bisa mencukupi sekitar 20 persen (dari kebutuhan nasional),” kata Maria ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat pada Jumat (13/6).

Untuk itu, impor sapi perah sebanyak 1 juta ekor hingga 2029 akan dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Impor dilakukan melalui pihak swasta dan peternak. Maria menjelaskan target impor sapi untuk tahun ini adalah 200.000 ekor.

instagram embed

“9.700-an ekor sapi perah (jumlah yang sudah terealisasi) ini berkembang terus ya. Diimpor dari pihak swasta dan dari para peternak gitu,” ujarnya.

Sebelumnya Wamentan Sudaryono sempat menyebut ada 60 perusahaan yang siap untuk melakukan impor sapi ke Indonesia. Meski demikian sampai saat ini Maria mengungkap jumlah perusahaan yang melakukan impor baru 11 perusahaan.

“Perusahaannya perusahaan baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri),” kata Maria.

Meski begitu Kementan masih optimis akan banyak perusahaan yang menyusul untuk turut bergabung sebagai pengimpor sapi perah.

“Tapi kan rencana kita ini mengajak para investor ya, bukan uang negara seperti APBN gitu yang sudah ada. Jadi kita tetap bagaimana mengajak mereka terus untuk bisa berkomitmen mau mengembangkan dan mau betina dan mau memasukkan sapi,* ujarnya.

Terkait negara asal sapi, Maria mengungkap impor dilakukan dari Australia, Brasil, dan Selandia Baru. Meski demikian impor dari Australia menjadi mayoritas.