Kumparan Logo

KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, Menhub Pertanyakan Kualitas Gerbong Kereta INKA

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat Press Background Isu Terkini Sektor Perhubungan, Kamis (14/8/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat Press Background Isu Terkini Sektor Perhubungan, Kamis (14/8/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akan mengevaluasi penyebab insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek sampai kepada kualitas gerbong kereta yang diproduksi oleh PT INKA (Persero).

Dudy mengatakan evaluasi masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun secara paralel, dia meminta Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, untuk memeriksa hingga kepada sang produsen gerbong.

"Saya minta dengan Pak Dirjen untuk melakukan pemeriksaan kepada pembuat gerbong, INKA itu, untuk memastikan bahwa apakah memang dalam pembuatan gerbong itu telah dilaksanakan secara baik," ungkapnya saat Press Background Isu Terkini Sektor Perhubungan, Kamis (14/8).

Proses evakuasi KA Agro Bromo Anggrek telah selesai dilakukan oleh pihak Daop 3 Cirebon dengan memakan waktu sekitar 7 jam. Sabtu(2/8/2025) pagi. Foto: Dok. Istimewa

Dudy menyebut insiden anjlok tersebut terjadi pada enam gerbong KA Argo Bromo Anggrek di Subang, Jawa Barat, pada Jumat 1 Agustus 2025 lalu. Meski tidak ada korban jiwa, dia menyebutkan pemerintah tetap akan mengevaluasi secara menyeluruh.

"Kereta (anjlok) yang Subang itu, kami ingin memastikan bahwa bagaimana gerbong itu kita akan periksa dari awal mulai pembuatan (gerbong)," tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa anjloknya KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada pukul 15.47 WIB, Jumat (1/8). Pada hari pertama insiden, sebanyak 17 perjalanan KA dibatalkan. Kemudian esok harinya paa Sabtu) terdapat 54 perjalanan, serta pada Minggu sebanyak 2 perjalanan.

Imbas dari kecelakaan tersebut, sebanyak 440 ribu pemilik tiket batal berangkat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, KAI akan mengembalikan uang para penumpang secara penuh alias 100 persen.

Dudy juga menyinggung insiden kereta anjlok yang terjadi berturut-turut setelah KA Argo Bromo Anggrek, yakni anjloknya KRL Jabodetabek di dekat Stasiun Jakarta Kota pada 5 Agustus 2025.

Dia menyebut penyebab anjloknya KRL di Stasiun Jakarta Kota tersebut lantaran standar operasional (SOP) pemeliharaan rel tidak dilaksanakan dengan baik.

"Yang kami dapatkan adalah itu setelah maintenance rel kalau saya tidak salah ya, di stasiun. Saya minta supaya SOP untuk pelaksanaan maintenance itu agar betul-betul dijalankan dengan baik," tutur Dudy.

Pada hari yang sama, peristiwa kereta anjlok juga terjadi di daerah Sumatera bagian selatan, yakni KA Kuala Stabas rute Tanjungkarang-Baturaja di Way Kanan, Lampung. Dudy mengatakan, kejadian itu juga lantaran pengabaian SOP.

"Itu berlaku sama juga dengan kejadian yang di Sumatera Selatan. Bahwa kejadiannya, itu sedang dilakukan maintenance, namun barangkali karena satu dan lain hal SOP-nya tidak dijalankan secara menyeluruh, tidak secara baik," tandas Dudy.

instagram embed