Kabar Baik: Bio Farma Sudah Mulai Produksi RT PCR Test Kit COVID-19

Induk holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero), mulai memproduksi kit rapid test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction atau RT-PCR.
Produksi alat ini bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Dalam data yang diterima kumparan, kit RT-PCR diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan virus corona pada masyarakat.
Perusahaan mengklaim alat ini memiliki sensitivitas dan validitas yang tinggi, dengan menggunakan strain virus corona dari rumah sakit di Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengakui perusahaannya sudah memulai memproduksi alat tersebut. Jumlahnya sekitar 50 ribu kit setiap pekan.
"Bio Farma produksi yang test kits RT-PCR. (Produksi 50 ribu per pekan)," kata Honesti kepada kumparan, Selasa (12/5).
Disebutkan, organisasi kesehatan dunia atau WHO memang merekomendasikan untuk menggunakan kit RT-PCR dalam menguji virus COVID-19.
Kit RT-PCR lokal ini pun sudah terdaftar dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alkes, Alkes Diagnostic In Vitro dan PKRT.
Dengan diproduksinya kit RT-PCR, kebutuhan dalam negeri tak akan terlalu tergantung pada alat tes impor. Sebagai perusahaan BUMN, Bio Farma memang diminta pemerintah memproduksi alat ini.
Beleid itu tertuang Surat Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nomor 72 Tahun 2020. Selain memproduksi, Bio Farma juga mendistribusikan alat ini ke rumah sakit rujukan seluruh Indonesia.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
