Bisnis
·
7 Desember 2020 12:29

Kabar Baik! Sri Mulyani Sudah Cairkan Bonus Tenaga Kesehatan Rp 7,69 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Baik! Sri Mulyani Sudah Cairkan Bonus Tenaga Kesehatan Rp 7,69 Triliun (9372)
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap membawa sample tes usap (swab test) COVID-19 milik warga di kawasan Pasar Keputran. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bonus untuk tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 sudah dicairkan. Total anggaran yang sudah digelontorkan senilai Rp 7,69 triliun.
ADVERTISEMENT
"Insentif bagi 727,4 ribu personel nakes, di mana anggaran yang sudah dibayarkan Rp 7,69 triliun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Kedatangan Vaksin COVID-19, Senin (7/12).
Sri Mulyani menjelaskan, dana untuk bonus tenaga kesehatan tersebut bersumber dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional atau PEN di sektor kesehatan sebesar Rp 96,17 triliun.
Selain pemberian bonus, Kemenkeu juga telah mencairkan santunan kematian kepada 200 tenaga medis yang gugur dalam penanganan virus corona. Santunan yang disalurkan melalui Gugus Tugas COVID-19 ini sudah direalisasikan sebesar Rp 3,82 triliun.
Kabar Baik! Sri Mulyani Sudah Cairkan Bonus Tenaga Kesehatan Rp 7,69 Triliun (9373)
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap dibantu petugas Linmas melakukan tes usap (swab test) COVID-19 pada anak berkebutuhan khusus (ABK) di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan Rp 35,1 triliun untuk pengadaan vaksin hingga program vaksinasi. Anggaran tersebut termasuk untuk proses pengadaan 1,2 juta vaksin Sinovac dari China, yang tiba di Tanah Air, Minggu (6/12).
ADVERTISEMENT
Sementara untuk tahun 2021, pemerintah menyiapkan Rp 169,7 triliun untuk program kesehatan, di mana untuk penanganan vaksin dan penanganan COVID-19 sebesar Rp 60,5 triliun.
"Rinciannya Rp 18 triliun antisipasi pengadaan vaksin, Rp 3,7 triliun antisipasi imunisasi atau program vaksinasi, Rp 1,3 triliun untuk pembelian sarana prasarana laboratorium, litbang dan PCR," ujarnya.