Kumparan Logo

Kadin Indonesia Dorong Rantai Pasok Logistik Indonesia Tembus Skala Dunia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Logistik. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Logistik. Foto: Shutter Stock

Kadin Indonesia akan berpartisipasi dalam Transport Logistic Southeast Asia, pameran dagang industri transportasi dan logistik terbesar dunia yang akan digelar di Sands Expo Singapore, Singapura, 1-3 November 2023.

Partisipasi tersebut merupakan langkah konkret komitmen dari Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia membangun ekosistem rantai pasok yang efektif, memperkuat fungsi distribusi, dan revitalisasi jalur komoditas.

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia, Akbar Djohan mengatakan, pameran tersebut akan dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan rantai pasok Indonesia hingga skala dunia.

"Harapan kita di event ini akan ada pertemuan besar seluruh stakeholder logistik sehingga ekosistem supply chain domestik kita akan naik kelas masuk ke global," kata Akbar di Gedung Kadin Jakarta, Kamis (20/7).

Ilustrasi perusahaan logistik Puratrans (PT Putra Rajawali Kencana Tbk). Foto: Puratrans

Saat ini, disrupsi logistik dan rantai pasok nasional masih menjadi tantangan utama pasca pandemi dan kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil. Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia, Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 turun ke peringkat 63, dari peringkat ke-46 pada 2018.

Ajang di Singapura itu nantinya, kata Akbar, juga akan dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian atas rilis data Bank Dunia yang menyebut LPI Indonesia tahun ini menurun.

"Ini merespons LPI world bank bahwa kita sudah move on dan sudah kelihatan progresnya. Bagaimana efisiensi-efisiensi daripada hulu ke hilir dari ekosistem logistik kita, terutama dari pelabuhan terlihat efisiensinya," ujarnya.

Efisiensi yang sukses dilakukan Indonesia itu bahkan kata Akbar dalam kurun 2 tahun terakhir bisa memangkas cost logistik sehingga Indonesia bisa hemat hingga triliunan rupiah.

"Ke Singapura nanti kita ingin show off, bahwa Indonesia tidak seperti itu, bahwa logistik kita bisa memberi nilai tambah dan memberikan kepastian layanan bagi market di tanah air," pungkasnya.